Kapal Induk Tiongkok “Fujian” Mulai Beroperasi, Pakar Jepang Temukan Cacat Desain

EtIndonesia. Baru-baru ini, Kementerian Pertahanan Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengumumkan bahwa kapal induk pertama yang menggunakan sistem ketapel elektromagnetik, “Fujian”, telah resmi mulai beroperasi. Namun, pakar militer Jepang Toshiki Kaji menyatakan bahwa kapal induk tersebut memiliki cacat dalam desainnya.

“Fujian adalah kapal induk ketiga milik Tiongkok. Seberapa besar kemampuan tempurnya saat ini menjadi fokus perhatian kalangan militer dunia. Secara tampilan terlihat mengesankan, tetapi memiliki kelemahan mendasar, karena menggunakan tenaga konvensional, bukan tenaga nuklir,” ujar pakar militer Jepang, Toshiki Kaji. 

Kaji menegaskan, tanpa penggerak nuklir, daya jelajah serta kemampuan operasi jarak jauh kapal induk tersebut harus dipertanyakan.

Kaji menjelaskan: “Saat ini, satu-satunya kapal induk di dunia yang menggunakan sistem ketapel elektromagnetik adalah kapal induk USS Ford milik Amerika Serikat, yang digerakkan oleh tenaga nuklir. Hanya tenaga nuklir yang mampu menyediakan pasokan listrik sangat besar yang dibutuhkan sistem ketapel elektromagnetik. Karena itu, banyak pihak mempertanyakan bagaimana tenaga konvensional dapat menyediakan daya listrik sebesar itu.”

pakar militer Jepang, Toshiki Kaji (tangkapan layar)

PKT secara resmi mengumumkan bahwa kapal induk Fujian menggunakan sistem pasokan arus searah (DC) untuk memberi daya pada ketapel elektromagnetik. Namun Kaji menilai, meskipun demikian, jumlah listrik yang dapat disediakan tetap tidak mencukupi.

Kaji menambahkan: “Bahkan jika arus bolak-balik diubah menjadi arus searah, kapasitas pasokan listrik maksimal hanya bisa meningkat sekitar 1,5 hingga 2 kali lipat. Sementara tenaga nuklir mampu menghasilkan daya lebih dari 10 kali lipat tenaga konvensional. Meski daya DC pada ketapel elektromagnetik ditingkatkan dua kali lipat, efisiensinya hanya sekitar seperlima dari kapal induk USS Ford milik Amerika Serikat. Terus terang, Fujian adalah produk dengan desain yang gagal. Ini merupakan pandangan utama dalam penilaian kekuatan militer saat ini.”

Kapal induk bertenaga nuklir memiliki biaya sangat mahal. Sebagai contoh, kapal induk kelas Ford terbaru milik Amerika Serikat memerlukan biaya pembangunan sekitar 13 miliar dolar AS per unit. Kaji menganalisis bahwa PKT tidak memiliki kemampuan finansial sebesar itu.

Ia menyimpulkan: “Alasan Fujian menggunakan sistem tenaga konvensional adalah karena tenaga nuklir membutuhkan biaya sangat besar. Selain itu, tidak ada alasan lain yang masuk akal. Ketapel elektromagnetik tanpa tenaga nuklir pada dasarnya tidak akan berfungsi optimal. Para pakar Tiongkok seharusnya sangat memahami hal ini. Ini menunjukkan bahwa kemerosotan ekonomi Tiongkok sudah tidak mampu menopang pembangunan kapal induk bertenaga nuklir. Secara luas diyakini bahwa kebijakan kapal induk Tiongkok, bahkan seluruh strategi maritimnya, sedang mengalami hambatan serius.”

Kaji menekankan di akhir bahwa meskipun PKT telah meluncurkan kapal induk ketiganya, dari segi total bobot (displacement) dan kinerja, kemampuan kapal induk Tiongkok masih tertinggal jauh. (Hui)

Laporan wawancara dari Tokyo, Biro Jepang Televisi New Tang Dynasty

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine