Kunjungan Pertama Kanselir Jerman ke Israel : Memperbaiki Hubungan dan Membahas Perdamaian Gaza

Pada 7 Desember 2025, Kanselir Jerman  Friedrich Merz yang sedang melakukan kunjungan ke Yerusalem bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kedua pihak membahas isu perdamaian di Gaza serta hubungan bilateral. Kunjungan Merz ini juga bertujuan memperbaiki retakan hubungan antara Jerman dan Israel yang muncul akibat konflik Gaza.

EtIndonesia. Kanselir Jerman Friedrich Merz tiba di Israel pada 6 Desember, menandai kunjungan pertamanya ke Israel sejak menjabat. Pada 7 Desember, ia mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu, di mana keduanya membahas hubungan bilateral dan isu perdamaian Gaza.

“Saat ini, peluang untuk mencapai perdamaian (di Gaza) sudah ada di depan mata, dan kami berniat untuk memanfaatkannya. Saya akan membahas isu-isu ini ketika bertemu Presiden Trump pada akhir bulan ini,” ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

Netanyahu menyebutkan bahwa tahap pertama perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas hampir rampung. Setelah jenazah sandera terakhir berhasil dibawa pulang, tahap kedua akan dimulai. Tahap kedua akan jauh lebih sulit karena berkaitan dengan bagaimana mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza.

Netanyahu menekankan: “Saya pikir, ketika tahap kedua dilanjutkan, sangat penting untuk memastikan bahwa Hamas tidak hanya mematuhi perjanjian gencatan senjata, tetapi juga memenuhi komitmennya untuk melakukan pelucutan senjata dan mewujudkan demiliterisasi Gaza.”

Kanselir Jerman Merz menegaskan: “Ada satu hal yang pasti: Hamas tidak boleh memainkan peran apa pun di Gaza. Hamas sama sekali tidak boleh lagi menjadi ancaman bagi Israel.”

Sejumlah media Amerika Serikat baru-baru ini melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana mengumumkan dimulainya tahap kedua proses perdamaian Gaza sebelum Natal, termasuk pembentukan struktur pemerintahan baru di bawah pengawasan sebuah “komisi perdamaian” yang dipimpin oleh Trump.

Israel dan Jerman sepakat bahwa Hamas tidak boleh terus menguasai Gaza. Namun, keduanya memiliki perbedaan pandangan terkait kemungkinan Israel mencaplok Tepi Barat.

Selama ini, Jerman dikenal sebagai salah satu pendukung paling kuat Israel. Namun, perang di Gaza sempat menimbulkan retakan dalam hubungan erat kedua negara. 

Merz sebelumnya beberapa kali mengkritik operasi militer besar-besaran Israel di Gaza dan pada Agustus tahun ini sempat menangguhkan ekspor senjata ke Israel. Pembatasan tersebut telah dicabut pada Desember ini.

Kunjungan Merz kali ini membantu mencairkan ketegangan antara kedua negara. Jerman kembali menegaskan dukungannya yang teguh terhadap Israel, sementara pihak Israel juga menyatakan bahwa Jerman merupakan mitra penting.

Pada hari yang sama, saat mengunjungi Museum Peringatan Holocaust, Merz mengatakan: “Jerman harus membela keberlangsungan hidup dan keamanan Israel. Inilah hakikat abadi dari hubungan antara kedua negara kami, dan akan selalu demikian.” (Hui/asr)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Yi Jing

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine