EtIndonesia. Ukraina dalam tiga hari terakhir melancarkan rangkaian serangan terpadu yang menghantam berbagai titik penting Rusia — mulai dari Rostov-on-Don, Dnipro, Engels, hingga Grozny di Chechnya. Rentetan operasi ini tidak hanya mematahkan propaganda Kremlin, tetapi juga menunjukkan kemampuan serangan jarak jauh Ukraina yang semakin matang.
Drone Ukraina Menembus Pertahanan Rusia dan Mengguncang Rostov-on-Don
Pada 5 Desember, pasukan Ukraina melancarkan serangan jarak jauh yang mengejutkan. Drone kamikaze Ukraina berhasil menembus sistem pertahanan udara Rusia dan menghantam sebuah gedung landmark di Rostov-on-Don, kota penting yang menjadi pusat komando militer Rusia di wilayah selatan.
Ledakan kuat yang merobek gedung itu dilaporkan terasa hingga beberapa kilometer. Guncangan tersebut menciptakan efek domino secara politis dan psikologis, khususnya di Chechnya, yang seketika berubah menjadi zona ketegangan setelah insiden itu.
Pada hari yang sama, militer Rusia justru kembali menorehkan kesalahan fatal. Jet tempur Su-34 Rusia secara tidak sengaja membombardir wilayah Belgorod, menyebabkan gardu listrik meledak dan memicu kebakaran besar. Akibatnya, sebagian Kota Belgorod gelap gulita. Ini merupakan insiden “serangan bunuh diri” Rusia yang kedua dalam rentang dua minggu, meningkatkan kritik terhadap koordinasi internal Kremlin.
Ukraina Merebut Kembali Posisi Strategis di Front Dnipro
Pada 6 Desember, Brigade ke-67 Ukraina melancarkan operasi serangan mendalam di sektor Dnipro. Berbekal dukungan drone pengintai, infanteri mekanis, dan koordinasi tiga lapis formasi, Ukraina berhasil menembus garis pertahanan Rusia dan merebut kembali sejumlah posisi strategis.
Menariknya, lokasi yang direbut Ukraina ini sebelumnya dipamerkan Rusia pada 21 November 2025 sebagai “kemenangan besar”. Namun hanya butuh dua minggu bagi Ukraina untuk memukul mundur pasukan Rusia dan menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di medan tempur.
Serangan Udara Ukraina Menghantam Pangkalan Strategis Engels
Warga di Saratov melaporkan mendengar 5–7 ledakan besar pada malam 6 Desember. Investigasi awal menunjukkan bahwa Pangkalan Udara Engels, markas bomber jarak jauh Rusia seperti Tu-95 dan Tu-160, kembali menjadi target serangan drone Ukraina.
Ukraina disebut menggunakan pola serangan baru: drone terbang rendah mengikuti aliran Sungai Volga, meminimalkan deteksi radar dan meningkatkan peluang lolos dari sistem pertahanan Rusia.
Engels adalah salah satu fasilitas nuklir strategis Rusia. Serangan berhasil ke pangkalan ini kembali menunjukkan bahwa pertahanan Rusia tidak mampu menahan ancaman jarak jauh Ukraina.
Pertempuran Hromove dan Penyangkalan atas Klaim Rusia
Rusia kembali mengklaim telah “menguasai” Hromove, salah satu titik panas di Donetsk. Namun pihak Ukraina menolak keras klaim tersebut.
Letjen Oleksiy Rashytchuk dan Panglima Oleksandr Syrskyi menyampaikan klarifikasi resmi:
- Bagian utara Hromove masih sepenuhnya dikendalikan Ukraina.
- Garis kontak utama tetap bertahan di jalur rel kereta api.
- Tidak ada penetrasi Rusia ke posisi inti pertahanan Ukraina.
Pertempuran di kawasan tersebut memang berlangsung intens, tetapi sekali lagi, klaim kemenangan Kremlin terbukti tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Serangan Spektakuler Ukraina ke Grozny: 1.000 km Menembus Pertahanan Rusia
Inilah serangan yang paling mengejutkan dunia pada pekan ini.
Pada malam 5 Desember, drone jarak jauh Ukraina menempuh lebih dari 1.000 kilometer, menembus pertahanan udara Rusia, dan muncul langsung di atas Grozny, ibu kota Chechnya.
Ledakan besar menghantam sebuah gedung pencakar langit ikonik, menimbulkan kerusakan masif. Foto yang beredar dari lokasi menunjukkan:
- Bagian tengah gedung tercabik,
- Jendela-jendela hancur dan bertebaran,
- Lidah api menjulur tinggi ke langit malam,
- Kolom asap hitam mengepul dari lantai-lantai atas.
Respons Rusia kembali penuh ketertutupan: hanya menyebut “diduga serangan drone” tanpa merinci lokasi, korban, maupun kerusakan. Biasanya, ketidakjelasan seperti ini menjadi tanda bahwa skala kerusakan lebih besar daripada yang ingin diakui Kremlin.
Serangan ini merupakan serangan kelima Ukraina ke wilayah Chechnya dalam tujuh hari terakhir, dengan target sebelumnya mencakup:
- pangkalan militer,
- gedung FSB,
- fasilitas logistik,
- infrastruktur vital di pusat Grozny.
Serangan ke jantung Chechnya ini juga diperkirakan memicu ketegangan politik internal Rusia, terutama di tengah rumor kesehatan Ramzan Kadyrov yang terus mencuat sepanjang 2024–2025.
Kesimpulan: Ukraina Mendorong Batas Perang Jarak Jauh
Serangkaian serangan pada 5–7 Desember 2025 menunjukkan perubahan signifikan dalam dinamika perang:
- Ukraina semakin mahir menggunakan drone jarak jauh.
- Rusia berulang kali gagal mengendalikan narasi dan pertahanan internalnya.
- Wilayah-wilayah yang sebelumnya dianggap “aman” — seperti Rostov dan Grozny — kini berada dalam jangkauan serangan Ukraina.
Dengan kemampuan yang terus berkembang, perang memasuki fase baru di mana kedalaman teritori Rusia tidak lagi menjadi benteng aman.


