Manusia, jangan terlalu serakah
Keserakahan hanya membuat seseorang makin menyedihkan. Demi sedikit keuntungan, harga diri rela direndahkan; demi mengambil sedikit manfaat, hubungan baik pun hilang.
Orang yang tamak selalu sempit hati dan egois, tidak akan punya teman sejati, tidak akan mendapat pujian yang tulus.
Manusia, jangan terlalu baik
Kebaikan itu harus punya batas. Jangan karena terlalu baik, kamu menolong orang lain namun mencelakai dirimu sendiri. Jangan karena terlalu baik, kamu justru mendukung orang yang salah hingga menimbulkan masalah.
Kebaikan memang indah, tapi jika berlebihan bisa menjadi bencana. Kebaikan itu mahal—jangan dihabiskan untuk orang yang tidak layak. Berikan kebaikan hanya kepada mereka yang pantas, baru itu berarti, baru itu bernilai.
Manusia, jangan terlalu malas
Kemalasan adalah penghalang utama kebahagiaan. Orang yang malas akan berhenti melangkah maju; apa pun dikerjakannya setengah hati, serba asal. Selalu iri pada hidup orang lain, tetapi tidak mau berusaha.
Menginginkan kebahagiaan, tetapi enggan berjuang. Orang seperti ini seumur hidup tidak akan naik ke tempat tinggi— mereka hanya diam di tempat, mencari alasan, mengeluh tanpa henti, dan akhirnya hidup dalam kepahitan serta mediokritas.
Manusia, jangan terlalu bodoh
Yang dimaksud “bodoh” adalah: memaksa mempertahankan hubungan yang seharusnya dilepas, membuang kebahagiaan yang mestinya dijaga, mengikat diri pada pasangan yang tidak cocok, bersikap baik pada teman yang tidak tulus.
Pada akhirnya, dirimu semakin rendah, orang lain semakin tidak menghargai, bahkan kenangan indah pun tidak tersisa.
Manusia, jangan terlalu keras hati
Siapa pun pasti menghadapi masalah dan kesulitan. Jika bisa membantu, bantulah. Jika bisa melakukan sesuatu, lakukanlah tanpa ragu.
Hari ini kamu menolong orang lain, besok pasti ada tangan yang menolongmu. Jangan terlalu perhitungan, jangan menekan orang lain tanpa memberi ruang. Berilah orang sedikit jalan mundur; berilah dirimu sendiri sedikit ruang napas.
Dengan begitu, kamu tidak akan dikepung masalah dari segala arah, dan hatimu tidak akan merasa bersalah.
Manusia, jangan terlalu jahat
Jangan lakukan hal yang merugikan orang demi keuntungan sendiri. Jangan ucapkan kata-kata yang menyakiti dan merusak hati.
Ucapan jahat menghina martabat; perbuatan buruk menghancurkan prinsip. Daripada menjadi orang kecil yang berhati keji, lebih baik menjadi pribadi yang jujur, terbuka, dan bermartabat.
Manusia, belajarlah bersikap toleran
Memaafkan ketika masih bisa memaafkan, memberi ruang ketika masih bisa memberi ruang.
Mundur selangkah bukan berarti kalah— kadang itu justru membuka jalan yang lebih luas.Jaga hati sendiri, jalani hidup dengan benar, biarkan hidup tanpa penyesalan, biarkan orang lain tanpa air mata, biarkan hati tanpa luka,dan biarkan segalanya berjalan dengan baik.(jhn/yn)


