Semangka Busuk dan Hadiah Nobel

EtIndonesia. Pada tahun 1928, ahli bakteriologi Inggris, Alexander Fleming, menemukan bahwa jamur Penicillium dapat mengeluarkan zat yang mampu membunuh bakteri. Dia menamai zat itu penisilin. Namun Fleming belum mampu memurnikannya untuk penggunaan klinis. Pada 1929, dia mempublikasikan hasil penelitiannya — sayangnya, makalah tersebut hampir tidak mendapat perhatian sama sekali dari kalangan ilmuwan.

Sepuluh tahun kemudian, seorang ahli kimia Jerman bernama Ernst Chain menemukan kembali makalah Fleming di sebuah tumpukan buku lama. Dia pun mulai melakukan percobaan pemurnian. Pada musim dingin tahun 1940, Chain berhasil menghasilkan sedikit penisilin murni. Ini adalah terobosan besar, tetapi masih jauh dari tahap aplikasi medis.

Tahun 1941, tongkat estafet penelitian itu berpindah ke tangan ahli patologi Australia, Howard Florey. Dengan bantuan militer Amerika Serikat, Florey berhasil memisahkan berbagai strain jamur dari sampel tanah yang dibawa pulang para pilot dari berbagai bandara dunia. Temuan itu membuat produksi penisilin melonjak dari 2 unit menjadi 40 unit per sentimeter kubik.

Meskipun hasil itu masih belum cukup untuk produksi massal, Florey tetap merasa sangat gembira. Suatu hari sepulang kerja, dia berjalan-jalan di depan laboratorium dan melihat sebuah toko buah yang memajang banyak semangka. 

“Penelitian sedang berjalan baik belakangan ini,” pikirnya, “bagus juga kalau membelikan beberapa semangka untuk teman-teman di lab.” Dia pun masuk ke toko.

Semangka di toko itu tampak bagus-bagus. Florey menepuk-nepuk beberapa buah dengan jarinya, memilih beberapa, lalu membawanya ke kasir. Ketika hendak beranjak pergi, matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah semangka besar di atas meja — kulitnya robek di beberapa bagian, bahkan sudah ditumbuhi lapisan jamur hijau.

Florey menatap semangka busuk itu cukup lama. Dia mengerutkan kening, berpikir sejenak, lalu berkata kepada pemilik toko: “Saya mau yang ini.”

Pemilik toko terkejut: “Tuan, itu semangka yang baru saja kami pilih untuk dibuang. Dimakan bisa sakit perut!”

“Tapi saya memang ingin yang itu.”

Florey pun meletakkan semangka-semakang bagus yang sudah dia pilih dan justru mengangkat semangka busuk itu keluar toko.

Pemilik toko mengejarnya sambil berteriak: “Tuan! Ambil juga semangka bagus yang tadi! Yang busuk ini saya kasih gratis!”

Florey menoleh dan menjawab sambil mengatur pegangan di lengannya: “Saya tidak bisa membawa begitu banyak. Lagipula kalau semangka ini sampai pecah di jalan, bagaimana?”

Pemilik toko tampak kebingungan.

“Kalau begitu… saya kembalikan saja uang semangka yang tadi!” ujarnya sambil berlari kecil. Namun Florey sudah berjalan semakin jauh, meninggalkan si pemilik toko yang kebingungan melihat tingkah pembeli aneh itu.

Setibanya di laboratorium, Florey segera mengikis sedikit jamur hijau dari semangka itu dan mulai membiakkan kultur baru. Tidak lama kemudian hasilnya keluar — dan membuat Florey nyaris melompat kegirangan. Kandungan penisilin yang dihasilkan dari jamur semangka busuk itu melonjak dari 40 unit menjadi 200 unit per sentimeter kubik!

Pada Oktober 1943, Florey menandatangani kontrak pertama produksi penisilin dengan militer Amerika Serikat. Penisilin, yang lahir tepat pada masa kritis Perang Dunia II, dengan cepat mengubah jalannya perang bagi pihak Sekutu. Setelah perang usai, penisilin diadopsi secara luas dan menyelamatkan puluhan juta nyawa.

Atas pencapaian luar biasa ini, Florey, Fleming, dan Chain bersama-sama dianugerahi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran 1945.

Ketika kesempatan tampak seperti “semangka busuk” yang dibuang orang lain, namun kamu mampu melihat nilainya dan memperlakukannya seperti harta — maka selamat, itu bisa menjadi langkah menuju keberhasilanmu. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine