Sepatu Kulit dan Buah Mangga

EtIndonesia. Di sebuah surat kabar, ada kisah menarik tentang dua orang — seorang pengusaha kaya dan seorang narapidana — yang sama-sama mengenang masa kecil mereka. Keduanya mengalami kejadian serupa, tetapi hasil hidupnya sangat berbeda.

Kisah Si Narapidana

Dia berkata: “Waktu kecil, ibu membelikan dua pasang sepatu untuk saya dan adik. Satu pasang sepatu kain, satu lagi sepatu kulit. Saat melihat sepatu kulit itu, saya sangat menyukainya.

Ibu bertanya:  ‘Kalian mau yang mana?’ Saya ingin menjawab bahwa saya mau sepatu kulit. Tapi adik saya sudah lebih dulu berteriak, ‘Aku mau sepatu kulit!’

Ibu menatapnya dan menegurnya: ‘Anak baik harus belajar mengalah, tidak boleh selalu mengambil yang terbaik untuk diri sendiri.’

Mendengar itu, hati saya bergerak. Saya langsung berkata: ‘Mama, saya ambil sepatu kain saja.’

Ibu sangat senang, lalu memberikan sepatu kulit itu kepada saya.”

Dia terdiam sejenak, lalu melanjutkan: “Saya mendapatkan apa yang saya mau… dan sejak hari itu saya belajar berbohong. Setelah itu, selama saya ingin sesuatu, saya akan melakukan apa pun — tanpa melihat cara — sampai akhirnya saya masuk penjara.”

Kisah Si Pengusaha Kaya

Sementara sang pengusaha bercerita: “Waktu kecil, ibu membelikan dua buah mangga — satu besar, satu kecil. Saat melihat mangga besar itu, saya benar-benar menginginkannya. 

Ibu bertanya: ‘Kalian mau yang mana?’

Saya ingin bilang mau yang besar. Namun adik saya langsung berkata: ‘Aku mau yang besar!’

Saya kemudian berkata kepada ibu: ‘Mama, saya dan adik sama-sama anak Mama. Kita harus adil. Kita tentukan siapa yang dapat mangga besar lewat lomba, karena saya juga ingin yang besar.’

Akhirnya saya dan adik berlomba membelah kayu di depan rumah. Siapa yang selesai lebih dulu berhak mendapatkan mangga besar. Dan saya menang.”

Dia tersenyum dan melanjutkan: “Sejak itu, untuk setiap hal yang saya inginkan, saya akan berjuang dengan usaha, karena saya tahu bahwa kerja keras pasti membuahkan hasil.”

Dua Kejadian yang Sama, Dua Jalan Hidup yang Berbeda

Dari peristiwa yang sama — keinginan terhadap sesuatu — dua anak mengambil dua sikap berbeda:

  • Yang satu memilih berbohong dan memanipulasi, dan akhirnya hidupnya terbawa oleh cara buruk itu hingga masuk penjara.
  • Yang satu memilih berkompetisi dengan jujur dan berusaha,  dan akhirnya menjalani hidup yang penuh pencapaian.

Sikaplah yang menentukan arah hidup.  Di hadapan situasi yang sama, dua hati yang berbeda akan melahirkan dua masa depan yang sepenuhnya tidak sama.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine