Peramal Inggris Craig Hamilton-Parker  Pernah “Melihat” Kebakaran Besar Hong Kong Dua Tahun Lalu

EtIndonesia. Kebakaran tingkat lima yang terjadi di Kompleks Wang Fuk Court (宏福苑), Hong Kong, menelan korban jiwa dalam jumlah besar dan mengguncang dunia. Baru-baru ini terungkap bahwa seorang peramal asal Inggris, Craig Hamilton-Parker, telah “melihat” gambaran beberapa gedung tinggi di Hong Kong yang terbakar sejak dua tahun lalu. Informasi ini pun memicu perhatian luas di internet.

Video tersebut pertama kali diunggah pada 3 November 2023. Dalam video itu, Parker tampak kebingungan dengan penglihatan yang ia alami. Ia berkata, “Saya melihat sebuah bangunan di Hong Kong terbakar,” lalu bertanya pada dirinya sendiri, “Apakah ini serangan teroris? Atau rekayasa untuk menyalahkan pihak lain? Atau pembakaran yang disengaja?”

Ia menambahkan,  “Saya melihat gedung-gedung yang sangat tinggi terbakar, bukan hanya satu, tetapi beberapa gedung pencakar langit. Seperti kasus pembakaran, ada orang-orang yang saling menyalahkan. Di baliknya ada unsur politik—kebakaran besar di Hong Kong, di baliknya ada agenda politik.”

Dua tahun kemudian, pada 26 November 2025, kebakaran besar benar-benar terjadi di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong. Tujuh gedung apartemen bertingkat tinggi dilalap api, dengan pemandangan yang mengejutkan dunia. Menurut angka resmi, sedikitnya 160 orang tewas, namun pihak luar menilai jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi.

Parker dikenal sebagai “peramal Inggris”, yang sebelumnya pernah secara akurat meramalkan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat serta keberhasilan Brexit.

Pada 27 November tahun ini, sehari setelah kebakaran besar Hong Kong, Parker kembali membagikan ulang video ramalan dua tahun lalu tersebut dan menuliskan, “Kami menyampaikan doa dan hati kami kepada para korban kebakaran dan keluarga mereka. Ini adalah peristiwa yang sangat mengerikan.”

Di kolom komentar video tersebut, banyak warganet Hong Kong meluapkan duka dan kemarahan mereka.

Pengguna vc8230 menulis:  “Saya berasal dari Hong Kong. Lokasi tragedi ini hanya berjarak 20 menit berkendara dari rumah saya. Sebagai orang Hong Kong, kami semua sangat berduka. Meskipun Anda telah meramalkannya, kami tidak terbangunkan, karena kami sama sekali tidak bisa membayangkan bencana ini akan membawa dampak sedemikian dahsyat dan merenggut ratusan nyawa—sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kami bayangkan. Semua ini semata-mata disebabkan oleh kelalaian kontraktor yang bertanggung jawab atas kompleks perumahan ini (yang mencakup delapan gedung). Anda benar, pengaruh politik memainkan peran penting, memaksa seluruh penghuni kompleks untuk terpaksa menerima solusi yang diajukan kontraktor.”

Pengguna ahliyeung menulis:  “Saya berasal dari Hong Kong. Kota ini telah diinjak-injak, dikuras, dan dibantai oleh Partai Komunis Tiongkok serta para taipan lokal yang menjilatnya. Demi mendapat tempat di meja makan Beijing, mereka mengkhianati kami. Kini kami membayar harganya dengan nyawa, kehilangan kebebasan dan masa depan. Kebakaran yang terjadi baru-baru ini—akibat pemilik gedung yang pro-PKT memotong biaya demi keuntungan pribadi sehingga sistem keselamatan kebakaran gagal—membuat banyak orang tak bersalah terbakar hidup-hidup atau tewas kehabisan napas. Ini bukan tragedi, ini pembunuhan. Pembunuhan murni dan terencana, sementara pemerintah menutup mata, asalkan kami tetap diam dan patuh. Kini kami bahkan tidak lagi memiliki hak untuk berbicara. Begitu Anda mengeluh, menuntut penjelasan, atau mengatakan ‘ini salah’, mereka akan memberi label ‘mengancam keamanan nasional’ dan memenjarakan Anda selama sepuluh tahun. Kami telah kehilangan hak asasi paling dasar untuk mengatakan: ‘Kalian sedang membunuh kami.’”

Seruan masyarakat Hong Kong untuk meminta pertanggungjawaban terus bermunculan, dengan tuntutan dilakukannya “penyelidikan independen”, namun berulang kali ditekan oleh pihak berwenang. 

Pemerintah Hong Kong bahkan menyatakan akan melakukan “serangan balik keras” terhadap apa yang mereka sebut sebagai “memanfaatkan bencana untuk mengacaukan Hong Kong”. Dunia luar mengkritik keras bahwa pola “pemeliharaan stabilitas” pemerintah Hong Kong telah sepenuhnya “terdaratanisasi”, menyerupai model penindasan di daratan Tiongkok. (Hui)

Disusun oleh Jin Jing / Lin Qing

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine