Kehidupan dengan Rumus “Pengurangan” Para Tokoh Sukses

EtIndonesia. Ada seorang pelukis yang sangat ahli dalam melakukan “pengurangan” dalam karyanya. Dia adalah Pablo Picasso.  

Picasso sepanjang hidupnya gemar melukis sapi. Ketika masih muda, lukisan sapinya sudah tampak sangat hidup, seolah-olah siap melompat keluar dari kertas. Konon, suatu hari dia sedang melukis sapi di ladang. Di saat yang sama, seekor sapi berwarna kuning sedang makan rumput tak jauh dari situ. Ketika sapi itu menoleh dan melihat gambar sapi di kanvas Picasso, dia terbelalak, menatap beberapa detik, lalu kabur ketakutan. Sejak peristiwa itu, orang-orang mulai menyebut Picasso sebagai “si manusia sapi”.

Seiring bertambahnya usia, gaya Picasso semakin sederhana. Lukisan-lukisannya tentang sapi menjadi makin minim goresan—tulang-tulang sapi terlihat jelas, setiap tarikan garis begitu matang. Di masa tuanya, lukisan sapi Picasso bahkan hanya terdiri dari beberapa goresan; kulit, daging, dan detail-detail lain semuanya dihilangkan, menyisakan kerangka semata.

Namun justru lukisan-lukisan “kerangka sapi” inilah yang menjadi mahakaryanya. Picasso berkata, keberhasilannya lahir dari kemampuan melakukan pengurangan.

Ada pula seorang pengusaha yang ahli dalam melakukan hal yang sama. Dia adalah Steve Jobs.

Pada tahun 1997, setelah 12 tahun meninggalkan Apple, Jobs kembali ke perusahaan itu dan mendapati Apple sedang berada di ambang kehancuran. 

Dalam rapat para petinggi, dia bertanya: “Coba jelaskan, apa sebenarnya masalah perusahaan ini?”

Belum sempat para eksekutif menjawab, Jobs langsung menyerukan: “Masalahnya ada pada produk! Apple punya terlalu banyak produk!”

Menurutnya, lini produk Apple yang terlalu panjang membuat fokus perusahaan buyar, sehingga tidak mampu melahirkan satu pun karya unggulan. Jobs kemudian mengambil keputusan berani: memangkas sebagian besar proyek Apple, termasuk Newton—produk PDA yang sebelumnya menjadi kebanggaan perusahaan.

Setelah banyak proyek dipangkas, Apple kembali memfokuskan energi pada satu kategori utama: ponsel. Keputusan itu membuat Apple mengalahkan satu per satu pesaingnya dan membangun posisi sebagai pemimpin industri seperti sekarang.

 Jobs pun menegaskan bahwa kesuksesannya berasal dari pengurangan.

Ada juga seorang presiden yang sama mahirnya dalam melakukan pengurangan: Ronald Reagan.

Saat Reagan mulai menjabat, Amerika Serikat sedang mengalami krisis besar—produksi macet, harga barang meroket, pendapatan negara menurun drastis. Banyak pihak beranggapan pemerintah harus memperketat aturan untuk mengatasi kekacauan tersebut. Namun langkah pertama Reagan justru adalah menurunkan pajak. Langkah kedua: mengurangi proyek-proyek pemerintah. Langkah ketiga: memangkas kewenangan negara.

Dalam situasi yang tampaknya menuntut “penambahan”, Reagan memilih “pengurangan”, dan keputusan itu justru membangkitkan kembali energi pasar. Kebijakan-kebijakannya membuka jalan bagi kebangkitan ekonomi Amerika yang berikutnya.
Karena mengurangi hal-hal yang tak perlu dikendalikan, Amerika akhirnya keluar dari krisis. Kesuksesan Reagan pun datang dari pengurangan.

Jika hidup dijalani dengan tambah dan tambah, langkah kita akan selalu tergesa-gesa. Tubuh menjadi letih, hati pun dipenuhi beban. Namun jika hidup dijalani dengan pengurangan—mengurangi kecepatan, merelakan yang menghambat, melepaskan tekanan, dan menumpahkan kekhawatiran—kadang justru di situlah kesuksesan muncul tanpa disadari.

Itulah sebabnya, banyak orang sukses menjalani hidup dengan prinsip pengurangan.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine