Sifat dan Takdir

EtIndonesia. Dahulu kala, ada tiga bersaudara yang ingin mengetahui nasib mereka di masa depan. Maka mereka pun pergi menemui seorang bijak. 

Setelah mendengar maksud kedatangan mereka, sang bijak bertanya: “Di sebuah negeri jauh bernama Tanah Tianzhu, terdapat sebuah mutiara malam (night pearl) yang nilainya tak terhitung. Jika kalian diminta untuk mengambilnya, apa yang akan kalian lakukan?”

Si sulung berkata lebih dulu:  “Aku berwatak tenang dan tidak mengejar duniawi. Bagiku, mutiara itu tidak lebih dari benda biasa. Jadi aku tidak akan pergi ke sana.”

Si tengah menegakkan dada dan menjawab: “Sebesar apa pun rintangannya, aku pasti akan mengambil mutiara itu.”

Si bungsu mengerutkan alis dan berkata dengan cemas: “Perjalanan menuju negeri itu jauh dan berbahaya. Belum tentu bisa mendapatkan mutiaranya—bahkan mungkin aku sudah kehilangan nyawa sebelum sampai.”

Sang bijak tersenyum dan berkata: “Takdir kalian sudah sangat jelas.”

Dia melanjutkan:

  • “Si sulung berwatak tenang dan tidak mengejar ketenaran maupun kekayaan, maka dia mungkin sulit memperoleh kemuliaan duniawi. Tetapi karena sifatnya yang sederhana dan tidak berkonflik dengan siapa pun, dia justru akan memperoleh banyak bantuan dan perhatian dari orang lain.”
  • “Si tengah memiliki tekad kuat, berani mengambil keputusan, tidak takut kesulitan. Wataknya menandakan masa depan yang cerah—dia mungkin akan menjadi orang besar.”
  • “Si bungsu penakut dan mudah ragu. Menghadapi apa pun dia diliputi ketakutan. Dengan karakter seperti itu, dia sulit meraih prestasi besar dalam hidupnya.”

Pelajaran yang Bisa Dipetik

Memang benar, sifat seseorang sangat memengaruhi perkembangan hidupnya.

 Ada pepatah India kuno yang berkata:

“Tabur tindakan, tuai kebiasaan; tabur kebiasaan, tuai karakter;  tabur karakter, tuai takdir.”

Orang Tiongkok dahulu juga berkata:“Tindakan berulang membentuk kebiasaan,
kebiasaan membentuk sifat, sifat membentuk nasib.”

Semua ini menunjukkan betapa pentingnya karakter.

Sifat yang berbeda membawa jalan hidup yang berbeda.

Menumbuhkan Karakter yang Baik

Dalam belajar maupun kehidupan sehari-hari, kita harus memperhatikan pembentukan karakter. Terutama bagi para pelajar yang sedang berada dalam masa pembentukan kepribadian. Mulailah dari hal-hal kecil, dari tindakan sederhana, agar terbentuk kebiasaan positif dan sifat yang optimis.

Apa pun tipe kepribadian kita—tenang, tegas, pendiam, atau aktif—selama kita memiliki karakter yang positif dan sikap yang penuh harapan, kita mampu menciptakan kehidupan yang indah dan penuh warna.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine