Gadis Remaja di Tiongkok Mempertaruhkan Nyawanya untuk Menyelamatkan Seorang Anak Laki-laki dari Danau Beku

EtIndonesia. Seorang gadis berusia 13 tahun di Tiongkok dijuluki “pahlawan kecil” setelah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang jatuh ke danau beku.

Insiden itu terjadi pada 6 Desember, di sebuah taman di Kabupaten Tongxin, Daerah Otonom Ningxia Hui di barat laut Tiongkok.

Anak laki-laki itu sedang bermain di permukaan danau beku ketika tiba-tiba dia jatuh ke dalam lubang, lapor Jimu News.

Saat ibunya yang cemas dan ketakutan berdiri di tepi danau menunggu tim penyelamat tiba, seorang gadis muda mendekatinya dan menawarkan bantuan.

“Bibi, saya agak ringan. Biarkan saya turun untuk menyelamatkannya,” kata gadis itu kepada wanita tersebut.

Kemudian dia mengambil pipa yang diberikan kepadanya oleh beberapa penduduk dan merangkak ke permukaan es.

Namun, gadis itu juga tenggelam ke dalam air yang membeku ketika sebagian es pecah.

Untungnya, petugas pemadam kebakaran tiba dan segera menyelamatkan kedua anak kecil itu dari air yang membeku.

Petugas pemadam kebakaran memberi gadis itu selimut karena suhu telah turun hingga minus lima derajat Celcius.

Tak lama kemudian, gadis itu meninggalkan tempat kejadian tanpa memberi tahu siapa pun namanya atau informasi pribadi lainnya.

Foto gadis itu yang diambil oleh seorang pejalan kaki menjadi viral di media sosial daratan, mendorong pengguna internet lokal untuk mencarinya dan menjulukinya sebagai “pahlawan kecil”.

Orangtua anak laki-laki itu juga berharap dapat menemukan gadis itu untuk menyampaikan rasa terima kasih mereka.

Akhirnya, identitasnya dipastikan sebagai Li Jiating, seorang siswi di SMP Negeri 2 Kabupaten Tongxin.

Menurut ayahnya, ketika putrinya pulang ke rumah hari itu, dia duduk di dekat kompor untuk menghangatkan diri karena pakaiannya basah kuyup.

“Ketika saya bertanya apa yang terjadi padanya, dia hanya mengatakan bahwa dia berada di dekat gerobak penyiram yang menyiramnya dengan air,” kata sang ayah kepada media.

Dia baru mengetahui keberanian putrinya ketika melihat unggahan tentang kejadian tersebut di internet.

Dia mengatakan merasa lega tetapi menambahkan bahwa hatinya sakit karena putrinya.

“Saya bangga pada putri saya. Dengan air yang membeku dan es yang tipis, dia masih berani pergi untuk menyelamatkan nyawa tanpa ragu-ragu,” kata sang ayah.

Putri kecilnya optimis dan selalu siap membantu orang lain. Dia pernah diajak mengunjungi stasiun pemadam kebakaran setempat dan mengatakan dia mengagumi para petugas pemadam kebakaran yang berani.

“Tetapi saya ingin mengingatkannya bahwa lain kali, kamu harus memastikan keselamatanmu sendiri terlebih dahulu sebelum menyelamatkan orang lain,” kata sang ayah.

Warganet di media sosial daratan Tiongkok ramai memuji gadis muda tersebut.

“Dia gadis cantik dengan hati yang baik,” kata seorang pengamat daring.

Sementara yang lain menyarankan: “Pihak berwenang harus memberinya penghargaan atas tindakannya yang tanpa pamrih dan berani.” (yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine