EtIndonesia. Seorang tukang perahu sedang mendayung perahu kecil di sungai yang arusnya deras. Di atas perahu itu duduk seorang ahli filsafat.
Ahli filsafat itu bertanya : “Apakah kamu mengerti matematika?”
Tukang perahu menjawab : “Tidak.”
Ahli filsafat itu menggeleng dan berkata : “Kalau begitu, sepertiga nilai hidupmu hilang.”
Dia bertanya lagi : “Kalau begitu, apakah kamu mengerti filsafat?”
Tukang perahu menjawab : “Lebih tidak lagi.”
Ahli filsafat itu mendesah : “Kalau begitu, setengah dari nilai hidupmu hilang.”
Saat mereka masih berbincang, tiba-tiba sebuah ombak besar menghantam perahu dan membuatnya terbalik. Ahli filsafat itu tercebur ke dalam sungai.
Di dalam kekacauan itu, tukang perahu berteriak: “Apakah Anda bisa berenang?”
Ahli filsafat itu panik dan menjawab “Tidak! Tidak bisa!”
Tukang perahu berkata: “Kalau begitu, seluruh nilai hidup Anda hilang.”
Pesan moral:
Praktik adalah tujuan akhir dari pengetahuan dan satu-satunya standar untuk menguji apakah sebuah pengetahuan benar atau tidak. Karena itu, kita harus menggabungkan belajar dari buku dengan pengalaman nyata di masyarakat, serta mampu mengubah teori menjadi kemampuan praktik.
Nilai hidup yang ditunjukkan oleh selembar ijazah sangat kecil dibandingkan dengan nilai hidup yang terlihat melalui kemampuan seseorang menghadapi realitas.
Hanya dengan menggabungkan pengalaman tidak langsung dari belajar dengan pengalaman langsung dalam kehidupan nyata—berhubungan dengan orang banyak, memahami kebutuhan masyarakat, dan menumpuk pengalaman praktik—barulah seseorang dapat memahami dirinya secara utuh dan mengatasi kekurangannya.(jhn/yn)


