Memanggul Perahu untuk Melanjutkan Perjalanan

EtIndonesia. Seorang pemuda datang dari tempat yang sangat jauh untuk menemui Guru Wuji. Dia membawa sebuah paket besar di punggungnya.

Dia berkata dengan penuh kelelahan:  “Guru, aku begitu kesepian, menderita, dan tersiksa. Perjalanan jauh ini membuatku sangat lelah. Aku telah merasakan pahitnya hidup, tetapi mengapa aku tetap tidak menemukan cahaya dalam hatiku?”

Guru bertanya:  “Apa isi bungkusan besar di punggungmu itu?”

Pemuda itu menjawab:  “Itu sangat penting bagiku. Di dalamnya ada semua sakit yang kurasakan setiap kali jatuh, air mata setiap kali terluka, kegelisahan saat kesepian, semua beban hidupku… Tanpa semua itu, aku tidak akan bisa sampai ke hadapanmu.”

Guru Wuji kemudian mengajak pemuda itu menyeberangi sungai menggunakan sebuah perahu kecil. Setelah sampai di seberang, guru berkata: “Sekarang, pangku perahu ini dan lanjutkan perjalananmu.”

Pemuda itu terkejut:  “Guru… perahu itu sangat berat. Mana mungkin aku bisa membawanya?”

Guru menjawab: “Benar, anakku. Kamu tidak bisa membawanya. Saat kita menyeberangi sungai, perahu itu sangat berguna. Namun setelah sampai di seberang, kita harus meletakkannya. Jika tidak, dia berubah menjadi beban.”

Kemudian guru melanjutkan dengan lembut : “Hal yang sama berlaku untuk rasa sakit, kesepian, kegagalan, cobaan, dan air mata. Semua itu berguna— mereka membuat kita tumbuh, matang, dan lebih bijak. Tetapi jika kamu tidak pernah meletakkannya, mereka akan berubah menjadi beban yang membuatmu tak mampu melangkah.”

Mendengar itu, pemuda perlahan meletakkan bungkusan besar di punggungnya. DIa melanjutkan perjalanan dan mendapati dirinya melangkah lebih ringan, lebih cepat, dan lebih bahagia.

Saat itu dia sadar: Hidup tidak seharusnya seberat yang dia bayangkan.

Pesan moral:

Rasa sakit, kesepian, cobaan, luka, dan air mata—semuanya adalah harta berharga dalam hidup.

 Mereka membuat kita:

  • lebih kuat,
  • lebih dewasa,
  • lebih banyak melihat kehidupan,
  • dan lebih bijaksana.

Tetapi jika semua itu dipanggul terus-menerus seperti beban yang tidak pernah dilepaskan,
pada akhirnya kita akan tidak sanggup berjalan, bahkan bisa tumbang di tengah jalan.

Belajar dari kisah ini: Gunakanlah pengalaman pahit sebagai pelajaran, bukan sebagai beban.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine