EtIndonesia. Gambarlah sehelai daun bagi kehidupan. Selama hati masih percaya, keajaiban selalu punya peluang untuk terjadi. Harapan mungkin tampak kecil, tetapi dia hidup abadi di dunia ini.
Sastrawan Amerika O. Henry pernah menuliskan sebuah kisah menyentuh dalam novelnya The Last Leaf (Daun Terakhir).
Di sebuah kamar rumah sakit, terbaring seorang pasien yang hidupnya berada di ujung tanduk. Dari balik jendela kamarnya, dia dapat melihat sebuah pohon di luar. Setiap hari, diterpa angin musim gugur, daun-daun pohon itu satu per satu berguguran.
Sang pasien menatap daun-daun yang rontok itu dengan perasaan putus asa. Seiring berkurangnya daun di pohon, kondisi tubuhnya pun semakin melemah—hari demi hari kian memburuk.
Dia berkata lirih: “Ketika semua daun di pohon itu gugur, saat itulah aku akan mati.”
Seorang pelukis tua yang mengetahui hal tersebut merasa sangat tersentuh. Diam-diam, dia mengambil kuas dan cat, lalu melukis sehelai daun hijau dengan urat daun yang tampak segar, kemudian menggantungkannya di salah satu dahan pohon.
Hari demi hari berlalu. Daun terakhir itu tak kunjung jatuh.
Dan karena sehelai “daun hijau” dalam hidupnya itulah, sang pasien perlahan menemukan kembali harapan. Secara ajaib, dia pun berhasil bertahan dan hidup.
Renungan
Dalam hidup, seseorang mungkin bisa kehilangan banyak hal. Namun ada satu hal yang tidak boleh hilang sama sekali, yaitu harapan.
Harapan adalah nilai penting dalam kehidupan manusia. Di mana ada harapan, di sanalah kehidupan terus berdenyut dan tak pernah berhenti.(jhn/yn)


