EtIndonesia. Militer Amerika Serikat pada Jumat (19 Desember) melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap lebih dari 70 target organisasi teroris “Negara Islam” (ISIS) di wilayah Suriah. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan “pembalasan yang sangat keras”. Operasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Suriah.
Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, serangan udara tersebut setidaknya menewaskan lima anggota ISIS, termasuk seorang pemimpin tim drone.
Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth menulis di media sosial X bahwa pada Jumat, militer AS melancarkan “Operasi Serangan Mata Elang” di Suriah, dengan sasaran militan ISIS, infrastruktur, serta gudang senjata. Operasi ini merupakan respons langsung atas serangan ISIS pada Sabtu pekan lalu di Palmyra, Suriah, yang menargetkan pasukan Amerika.
Serangan ISIS pada Sabtu lalu itu menewaskan tiga warga Amerika, termasuk dua anggota Garda Nasional Negara Bagian Iowa dan seorang penerjemah sipil Amerika. Selain itu, tiga orang lainnya terluka.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menulis di media sosial: “Malam ini, pasukan Amerika Serikat dan Yordania menggunakan lebih dari 100 senjata berpemandu presisi untuk menyerang lebih dari 70 target ISIS di Suriah. Mencari perdamaian melalui kekuatan.”
Pada Jumat malam, Presiden Trump juga menyinggung operasi penumpasan ISIS tersebut dalam pidatonya di North Carolina.
Presiden AS Donald Trump: “Operasi ini sangat berhasil. Presisi sempurna. Kami menghantam setiap target dengan tepat.”
Pada Sabtu (20 Desember), Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan dukungannya terhadap serangan militer AS terhadap ISIS.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese: “Serangan udara ini merupakan respons langsung terhadap serangan ISIS terhadap personel pertahanan Amerika Serikat. Tindakan pemerintah AS tepat waktu, cepat, dan tegas. Kami mendukung tindakan tersebut.”
Pada Minggu lalu, terjadi serangan teror yang terinspirasi ISIS di Pantai Bondi, Australia, yang menewaskan sedikitnya 15 orang, sementara banyak lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Albanese menegaskan bahwa ideologi jahat ISIS tidak seharusnya memiliki tempat di mana pun di dunia, dan ia menyatakan dukungan terhadap respons pemerintah Amerika Serikat. (Hui)
Laporan gabungan wartawan New Tang Dynasty Television: Li Mei dan Jiang Diya


