Video “Mengenakan Jubah Kuning” Aksi Protes Kurir Makanan di Changsha, Tiongkok  Berubah Menjadi Perlawanan Massal

Aksi protes secara massal para kurir makanan di Changsha terhadap diskriminasi oleh pengelola perumahan berkembang menjadi sebuah euforia yang meniru “pemberontakan”, dengan seorang kurir bahkan “dipakaikan jubah kekaisaran kuning”. Aparat segera menerjunkan sejumlah besar polisi dan pasukan khusus ke lokasi untuk menekan aksi tersebut.

EtIndonesia. Pada 22 Desember 2025, kompleks perumahan Henen Puli (合能璞麗) di Kota Changsha mewajibkan para kurir makanan masuk ke area kompleks dengan mendorong kendaraan dan berjalan kaki saat mengantar pesanan. Namun para kurir mendapati bahwa penghuni kompleks justru diperbolehkan masuk dengan sepeda listrik, sehingga terjadi adu argumen dengan petugas keamanan dan pemilik rumah.

Setelah kabar ini menyebar, ratusan hingga ribuan kurir berdatangan untuk memberikan dukungan, memprotes apa yang mereka sebut sebagai “diskriminasi”, dan mengepung gerbang kompleks perumahan.

Banyak video yang beredar di internet menunjukkan sejumlah besar kurir menutup akses kompleks, dengan emosi massa yang sangat memuncak. Para kurir meluapkan ketidakpuasan yang terpendam dan membuat suasana di lokasi menjadi semakin panas.

Pada malam hari, seorang kurir terlihat mengenakan mahkota dan jubah kuning bertuliskan “Mengapa kalian tidak berlutut saat bertemu Baginda?”, berdiri di jok belakang sepeda motor kurir lain dan berkeliling di lokasi protes, diduga meniru adegan “mengenakan jubah kekaisaran” dan “inspeksi pasukan berkuda”. Kurir-kurir di sekitarnya pun bersorak-sorai.

Video di media sosial juga menunjukkan lebih banyak kurir datang berkelompok ke lokasi, dengan teks “pemberontakan, pemberontakan” ditambahkan pada video. Saat para kurir melintas, banyak warga di pinggir jalan bersorak, memberi jalan secara sukarela, atau mengacungkan jempol ke arah para kurir yang melaju kencang.

Video lain menunjukkan bahwa aksi protes tersebut memicu kepanikan pihak berwenang. Setelah malam tiba, ratusan hingga ribuan polisi dan pasukan khusus berbaris memasuki area untuk membubarkan massa. Hingga lewat tengah malam, masih ada kurir yang berkumpul dan menolak membubarkan diri.

Hingga kini belum diketahui apakah ada orang yang ditangkap. Di media sosial, sejumlah besar video terkait telah diblokir.

Belakangan ini, di media sosial daratan Tiongkok—terutama platform seperti Douyin—semakin banyak warganet yang mengunggah konten yang secara setengah terbuka mengkritik kekuasaan otoriter Partai Komunis Tiongkok (PKT), memaki pemimpin partai, serta mengekspresikan harapan akan “pergantian dinasti”. Bahkan, sensor internet pemerintah tidak sepenuhnya mampu mengendalikan situasi, dan pasukan buzzer PKT juga jarang terlihat, sehingga opini publik menunjukkan tanda-tanda mulai lepas kendali.

Perlawanan masyarakat terhadap PKT juga mulai meluas dari dunia maya ke dunia nyata. Beberapa waktu lalu, sebuah video yang beredar menunjukkan seorang perempuan di dalam gerbong MRT Shanghai berteriak, “Gulingkan Partai Komunis!” (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine