Pada malam Tahun Baru 31 Desember 2025, Partai Komunis Tiongkok (PKT) bersikap waspada. Banyak daerah melarang kegiatan perayaan. Selain itu, mengerahkan sejumlah besar polisi bersenjata untuk siaga penuh. Namun, tetap banyak warga yang secara spontan berkumpul untuk merayakan Tahun Baru, bahkan ada yang menyalakan kembang api dan kemudian dikejar oleh polisi.
EtIndonesia. Menjelang tibanya tahun 2026, pemda di banyak daerah di daratan Tiongkok mengeluarkan pemberitahuan bahwa, dengan alasan “keadaan kahar” dan faktor lainnya, perayaan hitung mundur Tahun Baru 2026 di lokasi-lokasi besar dibatalkan. Meski demikian, pada malam pergantian tahun, di berbagai tempat tetap terlihat warga dalam jumlah besar berkumpul secara spontan untuk menyambut Tahun Baru.
Sejumlah video menunjukkan, di kawasan InTime Mall Hubin, Hangzhou, meskipun otoritas mengerahkan banyak polisi dan menerapkan penjagaan ketat di seluruh kota, pusat perbelanjaan tersebut menutup layar besar hitung mundur. Stasiun MRT Longxiangqiao di dekat Hubin InTime Mall juga ditutup dan dihentikan sementara pelayanannya.
Namun demikian, banyak warga tetap berkumpul secara spontan di lokasi tersebut untuk merayakan Tahun Baru.
12月31日跨年夜,杭州出動大批警察嚴陣以待。 pic.twitter.com/2fAiE1VKsu
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
12月31日跨年夜,杭州出動大批警察嚴陣以待。 pic.twitter.com/ai2ip5HAda
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
12月31日跨年夜,杭州出動大批警察嚴陣以待。 pic.twitter.com/bZIP7fop3W
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
12月31日跨年夜,杭州出動大批警察嚴陣以待。 pic.twitter.com/UQMNMsW0ZB
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
1月1日零点,杭州湖滨,市民们聚集在现场庆祝新年,警察嚴陣以待。 pic.twitter.com/otp6ri3o6e
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
Seorang pemuda yang merekam video di InTime Mall menunjukkan bahwa polisi Hangzhou berjaga seperti menghadapi musuh besar, berdiri membentuk barikade manusia di jalan dan siaga penuh. Akan tetapi, mereka tampak tidak berdaya menghadapi para pemuda yang menyambut datangnya Tahun Baru.
2026新年,杭州湖滨银泰,杭州警察如临大敌,面对迎接新年的青年们无可奈何。 pic.twitter.com/ZcqBtvkjKt
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
Di lokasi, orang-orang bersama-sama menghitung mundur: “4, 3, 2, 1, Selamat Tahun Baru!” Pemuda tersebut bahkan sengaja menjadikan barisan polisi sebagai latar belakang dalam videonya.

Dalam video tersebut, banyak warganet daratan Tiongkok meninggalkan komentar bernada sindiran terhadap otoritas PKT, seperti “suasana Tahun Baru yang luar biasa” dan “benar-benar pemandangan yang memalukan”.
Video-video terkait juga beredar di platform X. Seorang warganet berkomentar: “Perayaan Tahun Baru yang aneh di akhir era Xi ini akan selamanya tercatat dalam sejarah.”
Di Qingdao, Provinsi Shandong, pemerintah setempat juga menerapkan pengendalian ketat terhadap kegiatan malam Tahun Baru. Sepanjang 1,7 kilometer garis pantai kawasan wisata Shilaoren dipasangi pagar, penjagaan dilakukan setiap beberapa langkah, dan di setiap pos pemeriksaan polisi melakukan pemeriksaan badan.



Bahkan polisi bersenjata khusus dikerahkan untuk berpatroli. Meski demikian, banyak warga tetap berkumpul secara spontan di Lapangan 4 Mei, bersama-sama menghitung mundur, melepaskan balon, dan merayakan datangnya Tahun Baru.
12月31日,中共当局严控跨年活动,但山東青岛民众依然聚集在五四广场放飞气球。 pic.twitter.com/viLt04R13L
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
12月31日,青岛石老人景區,跨年夜现场,武警戒备。 1.7公里的海岸线全程设栏杆,五步一岗,各卡口都有警察搜身。 pic.twitter.com/t1FF1eugaA
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
Di platform X, sejumlah warganet mengkritik: “Ini sampai mengerahkan pasukan? Tentara seharusnya untuk menghadapi musuh luar, kok malah digunakan ke dalam negeri? Benar-benar keterlaluan!”
“Pergantian tahun tidak diisi kembang api, tapi diawali pengerahan aparat; pantai seperti garis depan, warga seperti tersangka. Keamanan bergantung pada pagar, kegembiraan bergantung pada izin. Inilah yang disebut ‘stabilitas mengatasi segalanya’.”
“Mengapa mereka begitu takut warga berkumpul? Setiap hari raya, para aparat selalu bersikap seolah menghadapi musuh besar.”
“Apakah otoritas khawatir perayaan Tahun Baru akan langsung berubah menjadi aksi protes atau bahkan kerusuhan?”
“Apa yang disebut negara paling aman di dunia, demi ‘keamanan negara’ justru mencegah rakyat merayakan Tahun Baru. Bisa dimengerti.”
“PKT takut rakyat berkumpul dalam bentuk apa pun.”
“Natal tidak boleh dirayakan, Tahun Baru juga tidak boleh dirayakan. Kalau begitu, tunggu saja saat ‘kaisar’ (Xi Jinping) meninggal, baru kita rayakan bersama.”

Ada pula video yang menunjukkan bahwa pada malam Tahun Baru, sejumlah anak muda mengabaikan larangan otoritas dan menyalakan kembang api untuk merayakan, namun kemudian dikejar oleh polisi, dan beberapa orang dibawa pergi.
12月31日跨年夜,有人放烟花被警察追赶。 pic.twitter.com/Qo6kPweZOS
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
2025年12月31日,中國青年跨年夜放煙火,遭警察抓捕。 pic.twitter.com/ROHV05fGl3
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
12月31日跨年夜,浙江宁波两名放烟花的少年被警方抓捕。 pic.twitter.com/1unLGJzLR7
— ying tang (@yingtan04410735) January 1, 2026
Sebagian warganet di platform X menyatakan dukungan terhadap aksi perlawanan kaum muda Tiongkok: “Anak muda harus punya sikap anak muda. Menghadapi pembatasan yang tidak masuk akal, harus melawan!”

oleh reporter Luo Tingting / Wen Hui


