EtIndonesia. Banyak orang pernah mendengar tentang pikiran bawah sadar—mengetahuinya, memahaminya, bahkan ada yang mencoba memanfaatkannya. Salah satu praktisi terbaiknya adalah bintang Hollywood, Jim Carrey.
Ketika Jim Carrey masih remaja, dia sudah menetapkan satu tekad: dia harus sukses. Latar belakang keluarganya sederhana, sehingga setiap hari yang bisa dia lakukan hanyalah berlatih melucu—bercermin, membuat ekspresi wajah aneh dan segar berulang-ulang.
Jika kamu pernah menonton film-film Jim Carrey, mungkin kamu bertanya-tanya: bagaimana mulutnya bisa terbuka begitu lebar? Bagaimana wajahnya bisa berubah sedemikian ekstrem? Faktanya, semua itu adalah hasil latihan selama 15 tahun tanpa henti.
Itulah sebabnya, setiap orang yang berhasil selalu memiliki contoh nyata dari proses panjang menuju sukses.
Pada masa itu, saat Jim Carrey memantapkan tekad untuk berhasil, dia mulai memanfaatkan kekuatan pikiran bawah sadar.
Suatu hari, dia mengambil selembar cek kosong dan menuliskan kalimat ini: “Cek ini dibayarkan kepada Jim Carrey sebesar 10 juta dolar AS, dan pada akhir tahun 1995 saya akan memiliki 10 juta dolar AS dalam bentuk tunai.”
Setelah menulisnya, dia menyimpan cek tersebut dan selalu membawanya. Setiap kali ada waktu luang, dia mengeluarkan cek itu dan membacanya berulang-ulang:
“Jim Carrey memperoleh 10 juta dolar pada akhir 1995.”
“Jim Carrey memperoleh 10 juta dolar pada akhir 1995.”
Hari demi hari, dia mengulanginya.
Ajaibnya, pada tahun 1995, tepat di tahun kedua karier filmnya, Jim Carrey menandatangani kontrak film senilai 20 juta dolar AS per film—dua kali lipat dari target awalnya.
Setelah ayahnya meninggal, Jim Carrey datang ke makam sang ayah. Dia meletakkan cek kosong itu di samping nisan dan berkata: “Ayah, aku akhirnya berhasil.”
Kekuatan pikiran bawah sadar sungguh luar biasa. Hampir semua orang sukses memanfaatkannya. Karena itu, kita pun bisa menggunakan pikiran bawah sadar untuk mewujudkan impian kita.
Beberapa tahun lalu, saat mengunjungi sebuah pameran mobil, aku melihat sebuah sedan Mercedes-Benz. Saat itu, aku berencana membeli S320. Namun yang dipajang di pameran adalah S600. Karena bentuk luarnya mirip, aku berdiri di samping mobil itu dan meminta istriku memotretku. Setelahnya, foto itu kusimpan di laci dan nyaris tak pernah kulihat lagi.
Hingga suatu hari, asistensku datang ke rumah. Aku berkata kepadanya : “Kalau kamu ingin sukses, kamu harus menggunakan kekuatan pikiran bawah sadar.”
Lalu aku mengeluarkan papan impian lamaku dari dalam map cokelat. Banyak hal di sana ternyata sudah terwujud.
Aku menunjukkannya satu per satu: “Ini furniturku—sama dengan yang kamu lihat sekarang. Ini meja kerjaku. Ini model jam tanganku. Ini gambar mobilku. Ini miniatur mobilku.”
Asistensku terkejut. Ia berkata: “Pak Chen, sungguh… saya harus menggunakan kekuatan pikiran bawah sadar.”
Kemudian, dari map itu aku mengeluarkan gambar Mercedes-Benz S600 yang dulu pernah kutempel. Karena merasa mobil itu terlalu mahal, aku sempat menyimpannya kembali. Namun aku baru menyadari: aku menempel banyak sekali—gambar S600, interior S600, tulisan S600—semuanya pernah kupotong dan kutempel, hingga papan itu penuh bekas paku.
Aku pun berkata kepada asistensku : “Sepertinya aku memang sangat ingin memiliki mobil ini, hanya saja selalu merasa terlalu mahal. Tapi sekarang aku akan menempelkannya lagi di papan impianku. Aku ingin melihat apa yang akan terjadi. Meski aku tidak berniat membelinya, mari kita lihat apakah pikiran bawah sadar akan mewujudkannya hanya karena aku melihatnya setiap hari.”
Hasilnya? Dua minggu lalu, aku benar-benar membeli S600, dan interiornya persis sama dengan yang ada di papan impian. Bahkan saat membeli, aku sempat memesan warna lain.
Namun malamnya, istriku berkata: “Tidak. Kita ganti warna. Kita pilih warna yang sama dengan yang ada di papan impian.”
Dari sini terlihat betapa dahsyatnya kekuatan pikiran bawah sadar. Jika kamu tidak memanfaatkannya, sejatinya kamu sedang menyia-nyiakan hidupmu sendiri.
Saat aku berusia 17 tahun, aku sering berkata:
“Bulan depan aku akan menghasilkan 100 ribu dolar.”
“Bulan depan aku akan membeli sebuah Porsche.”
Saat itu, tentu saja belum terwujud. Namun beberapa bulan yang lalu, aku benar-benar membeli sebuah Porsche cabriolet.
Sebenarnya, semua impian bisa diwujudkan. Kuncinya hanya satu: apakah kamu mampu bertahan dan konsisten sampai akhir.(jhn/yn)


