Dentang Gong Terakhir

EtIndonesia. Ada dua orang pemuda yang selama bertahun-tahun berjuang di kota. Mereka akhirnya berhasil mengumpulkan banyak uang. Ketika usia bertambah, keduanya memutuskan pulang ke kampung halaman untuk menikmati masa tua dengan tenang.

Di jalan kecil menuju kampung, mereka bertemu seorang pria tua berpakaian putih. Di tangannya, dia memegang sebuah gong, seolah sedang menunggu mereka.

Mereka bertanya:  “Kakek sedang melakukan apa di sini?”

Orang tua itu menjawab dengan tenang : “Aku adalah orang yang bertugas membunyikan gong terakhir bagi manusia. Kalian berdua masing-masing hanya memiliki sisa hidup tiga hari. Pada senja hari di hari ketiga, aku akan berdiri di depan rumah kalian dan memukul gong ini. Begitu kalian mendengar bunyinya, hidup kalian akan berakhir.”

Setelah berkata demikian, pria tua itu pun menghilang.

Kedua orang itu tertegun. Bertahun-tahun bekerja keras di kota, baru saja mengumpulkan kekayaan dan hendak menikmati hidup—namun kini hanya tersisa tiga hari.

Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Orang kaya yang pertama, sejak hari itu tidak mau makan dan minum. Setiap hari ia murung, wajahnya kusut, hanya sibuk menghitung hartanya: “Bagaimana ini? Tinggal tiga hari lagi aku hidup…”

Dia terus menunggu, menunggu, dan menunggu. Hingga senja hari ketiga tiba, tubuhnya sudah seperti balon yang kempis, penuh keputusasaan.

Akhirnya, pria tua itu datang. Dia berdiri di depan rumah dan memukul gong— “Crang!”

Begitu orang itu mendengar bunyi gong, dia langsung roboh dan meninggal dunia. Mengapa? Karena sejak awal dia hanya menunggu dentang itu. Saat bunyi yang dia tunggu datang, hidupnya pun berakhir.

Sementara itu, orang kaya yang kedua berpikir berbeda : “Sayang sekali. Uang sebanyak ini, tapi hidup hanya tersisa tiga hari. Sejak kecil aku merantau dan belum pernah berbuat apa pun untuk kampung halamanku. Aku harus menggunakan uang ini untuk menolong mereka yang menderita dan membutuhkan.”

Dia pun membagikan seluruh hartanya kepada orang-orang miskin, membangun jalan, membangun jembatan. Dia begitu sibuk mengurus semuanya hingga sama sekali melupakan soal gong dan tiga hari sisa hidupnya.

Akhirnya, pada hari ketiga, seluruh hartanya habis dibagikan. Penduduk desa sangat berterima kasih kepadanya. Mereka mengundang rombongan tabuh-tabuhan, opera tradisional, pertunjukan boneka, datang ke depan rumahnya untuk merayakan. Suasana sangat meriah—ada barongsai dan naga, petasan, serta kembang api.

Sesuai janji, pria tua itu muncul dan memukul gong di depan rumahnya. “Crang! Crang! Crang!”

Namun, tak seorang pun mendengarnya. Suara gong tenggelam oleh sorak-sorai, musik, dan kegembiraan orang-orang. Melihat gongnya tak lagi berfungsi, pria tua itu akhirnya pergi.

Beberapa hari kemudian, orang kaya itu baru teringat : “Bukankah kakek itu seharusnya datang memukul gong?

Dia pun heran dalam hati : “Mengapa dia tidak datang?”

Hikmah cerita:

Ketika seseorang berada dalam keputusasaan, jika ia mampu menampilkan sikap yang positif dan optimis, fokus menanggung dan menjalani saat ini tanpa terus-menerus mencemaskan masa depan, maka dia tak perlu takut kapan gong itu akan berbunyi—bahkan tak perlu sengaja menunggu bunyinya.

Dengan cara itu, keputusasaan tidak lagi menjadi akhir, melainkan bisa berubah menjadi sebuah titik balik.

Ketika di tanganmu hanya ada satu buah lemon yang asam, tetaplah berusaha mengolahnya menjadi segelas limun yang menyegarkan. Hanya dengan sikap seperti itulah, hidup bisa benar-benar terasa menyenangkan. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine