Pengerahan Pasukan Khusus Angkatan Udara AS di Eropa Menyusul Penangkapan Maduro Menarik Perhatian 

Menurut sejumlah informasi, unit Angkatan Udara Amerika Serikat ke-160 dan pasukan khusus yang terlibat dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro saat ini sedang melakukan konsentrasi pasukan di Eropa, memicu perhatian publik.

EtIndonesia. Situs berita dan analisis pertahanan The War Zone pada 5 Januari melaporkan bahwa dalam waktu dekat sejumlah besar pesawat militer AS tiba-tiba dikerahkan ke Eropa. Di antaranya termasuk pesawat angkut C-17 Globemaster III (yang diduga mengangkut helikopter), beberapa helikopter MH-47 Chinook, MH-60M Black Hawk, pesawat patroli maritim P-8 Poseidon, pesawat tempur pendukung AC-130J Ghostrider, serta sebuah pesawat turboprop operasi khusus yang pergerakannya sulit dilacak.

Artikel tersebut mengutip data pelacakan penerbangan daring yang menunjukkan bahwa pada 3 Januari, sedikitnya 10 pesawat angkut C-17 terbang dari Amerika Serikat ke Eropa. Setidaknya empat di antaranya lepas landas dari Fort Campbell, Kentucky. Fort Campbell merupakan markas Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 Angkatan Darat AS (160th SOAR), yang juga dikenal sebagai “Night Stalkers”. Unit penerbangan elit ini memainkan peran kunci dalam operasi penangkapan diktator Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya pada 3 Januari dini hari.

Setelah penangkapan Maduro, pergerakan pesawat militer AS yang berkumpul di Eropa memicu spekulasi bahwa Amerika Serikat mungkin akan melaksanakan misi operasi khusus di kawasan tersebut dalam waktu dekat.

Saat ini, situasi di Iran juga tengah bergejolak. Rakyat Iran melakukan aksi protes besar-besaran menentang rezim diktator dan menuntut kebebasan, namun menghadapi penindasan dengan kekerasan. Presiden AS Donald Trump pada 4 Januari menyatakan bahwa jika Iran kembali menindas rakyatnya seperti di masa lalu, “Amerika Serikat akan memukul mereka dengan keras”.

The War Zone menyebutkan bahwa Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 (160th SOAR) setiap hari menjalankan misi di berbagai belahan dunia, termasuk penugasan pelatihan, latihan skala besar, dan operasi tempur. Namun, pengerahan mereka kali ini menarik perhatian lebih besar, terutama setelah keterlibatan mereka dalam operasi di Venezuela.

Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 dikenal sebagai “kekuatan dukungan udara eksklusif” bagi Pasukan Delta, dengan julukan Night Stalkers. Unit ini sangat mahir dalam operasi malam hari. Hampir semua misi berisiko tinggi Pasukan Delta bergantung pada dukungan helikopter Night Stalkers. Salah satu kerja sama paling terkenal terjadi saat Perang Irak, dalam operasi penangkapan Saddam Hussein, ketika unit ke-160 menggunakan helikopter MH-6 Little Bird bersama Pasukan Delta.

The War Zone menganalisis bahwa pengerahan pesawat militer AS ke Eropa baru-baru ini tampaknya bertujuan untuk mendukung kemungkinan operasi pencegatan kapal tanker minyak mentah Marinela yang mengibarkan bendera Rusia. Kapal tersebut telah dilacak oleh Penjaga Pantai AS sejak bulan lalu.

Kapal Marinela, yang bermuatan penuh minyak Venezuela, merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai “armada bayangan”. Armada ini mengangkut minyak untuk Rusia, Iran, dan Venezuela, melanggar sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Jaringan berita CBS News pada 5 Januari melaporkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan mencoba mencegat kapal tanker tersebut, yang saat ini berada di wilayah Atlantik Utara.

Para pemantau daring juga mengamati bahwa pesawat patroli maritim P-8 Poseidon milik Angkatan Laut AS terus membuntuti kapal Marinela, yang semakin menguatkan dugaan adanya kemungkinan misi operasi khusus untuk naik dan menguasai kapal tersebut.

Selain itu, beberapa helikopter MH-47 Chinook dan MH-60M Black Hawk yang telah dimodifikasi secara signifikan terlihat di Pangkalan Udara Kerajaan RAF Fairford. Diperkirakan helikopter-helikopter tersebut diangkut menggunakan pesawat C-17. Namun hingga kini belum ada bukti visual yang dapat memastikan hal tersebut, dan unit ke-160 juga belum memberikan tanggapan resmi.

Pengamat pesawat lokal, Andrew McKelvey, juga memotret setidaknya dua pesawat AC-130J Ghostrider yang mendarat di Pangkalan RAF Mildenhall pada tanggal 4 Januari dan hingga kini masih berada di sana.

Selain itu, sebuah pesawat intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) misterius milik Angkatan Udara AS jenis CASA CN-235 juga dilaporkan dikerahkan ke Pangkalan RAF Fairford di Inggris.

Komando Eropa Amerika Serikat (EUCOM) menanggapi melalui email dengan menyatakan:
“Berdasarkan perjanjian akses, penempatan, dan hak lintas udara yang telah disepakati dengan negara sekutu dan mitra, Komando Eropa AS secara rutin menerima pesawat militer AS (dan personel) yang sedang transit. Demi keamanan operasional aset dan personel AS, kami tidak dapat mengungkapkan rincian lebih lanjut.”

Meskipun sifat pengerahan pesawat militer AS di Eropa ini masih belum jelas, sebelum penangkapan Maduro, Fort Campbell juga telah mengalami lonjakan aktivitas pesawat militer AS yang signifikan. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine