Video Seorang Nenek-nenek Iran Mengangkat Kedua Tangan Menghadapi Laras Senjata, Diduga Tertembak Hingga Terjatuh, Viral di Medsos Daratan Tiongkok  

Rakyat Iran bangkit melawan pemerintahan otoriter Khamenei. Berbagai adegan mengharukan bermunculan di jalanan. Sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang emak-emak mengangkat kedua tangannya untuk menghentikan tindakan kekerasan aparat militer dan polisi, namun diduga ia ditembak.

EtIndonesia. Dalam video tersebut terdengar suara tembakan, sementara para demonstran di jalan berhamburan menghindar, diduga dipukul mundur oleh tembakan aparat. 

Pada saat itu, seorang perempuan terlihat mengangkat kedua tangannya dan berjalan ke arah aparat militer dan polisi, tampak sambil berteriak untuk membujuk mereka agar menghentikan kekerasan. 

Di belakangnya, seorang perempuan muda berteriak panik memanggil, “Ibu!”, diduga berusaha mencegah sang ibu mempertaruhkan nyawanya. Tak lama kemudian terdengar satu kali tembakan, disusul teriakan kaget dari perempuan muda tersebut—diduga sang ibu telah tertembak.

Video ini menjadi viral di media sosial daratan Tiongkok. Banyak warganet Tiongkok menyebut ibu dalam video itu sebagai “pahlawan”, dan mendukungnya sebagai sosok yang “mengorbankan nyawanya demi memperjuangkan secercah harapan bagi putrinya”.

Banyak komentar warganet yang secara tersirat mengungkapkan keinginan untuk melawan kekuasaan otoriter Partai Komunis Tiongkok (PKT), antara lain:

 “Demi generasi berikutnya, ibu ini adalah teladan bagi kita”,
“Urusan besok biarlah diserahkan pada orang di masa depan, yang harus aku lakukan hari ini adalah mati dengan gagah”,
“Cahaya peradaban pada akhirnya akan menerangi seluruh dunia”.

Sebelumnya, beredar pula video lain di internet yang menunjukkan seorang perempuan lanjut usia berjalan di tengah barisan demonstran sambil meneriakkan slogan. Darah mengalir dari mulutnya hingga membasahi pakaiannya, diduga akibat dipukuli aparat militer dan polisi. Namun ia tetap tidak gentar menghadapi kekuasaan, dan terus melangkah maju.

Selain itu, foto-foto yang beredar di internet memperlihatkan sejumlah perempuan muda Iran membakar potret Khamenei dan menggunakannya untuk menyalakan rokok. 

Media Inggris melaporkan foto-foto tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan perlawanan yang berani”. Berdasarkan apa yang disebut sebagai hukum Iran saat ini, membakar foto Pemimpin Tertinggi merupakan “kejahatan serius”.

Di tengah teror pemutusan internet dan pembantaian oleh otoritas Iran, rakyat Iran tetap tidak gentar menghadapi ancaman kematian dan terus turun ke jalan untuk berunjuk rasa. Banyak orang di seluruh dunia berharap Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memberikan bantuan.

Pada 10 Januari, Trump secara resmi mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa Amerika Serikat siap membantu rakyat Iran memperjuangkan kebebasan. Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah melakukan pembahasan awal mengenai serangan militer terhadap Iran, dengan salah satu opsi berupa serangan udara skala besar terhadap target militer Iran. (Hui)

Chen Zhenjin

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine