Pandangan Hidup Matsushita Konosuke

EtIndonesia. Panasonic adalah perusahaan Jepang yang sangat tua dan ternama. Setiap tahun, tak terhitung jumlah anak muda yang bercita-cita bisa bekerja dan mengabdi di perusahaan ini.

Suatu ketika, Panasonic berencana merekrut sejumlah manajer tingkat dasar. Proses seleksi dilakukan melalui gabungan ujian tertulis dan wawancara. Setelah seluruh rangkaian seleksi selesai, terpilihlah sepuluh kandidat terbaik.

Namun, Matsushita Konosuke, yang dijuluki “Dewa Manajemen Jepang”, menyadari sesuatu yang janggal. Seorang pemuda yang nilainya sangat menonjol dan meninggalkan kesan mendalam saat wawancara justru tidak tercantum dalam daftar sepuluh besar tersebut.

Pemuda itu bernama Kanda Saburo.

Matsushita segera meminta asistennya untuk memeriksa ulang hasil seleksi. Setelah ditelusuri, ternyata pemuda itu menempati peringkat kedua secara keseluruhan. Hanya saja, karena kesalahan sistem komputer, nilai dan peringkatnya tercatat keliru. Asisten pun segera memerintahkan agar surat penerimaan dikirim ulang.

Namun keesokan harinya, sebuah kabar duka datang. Pihak perusahaan melaporkan bahwa Kanda Saburo telah meloncat dari gedung dan bunuh diri karena merasa gagal lolos seleksi. Ketika surat penerimaan susulan akhirnya tiba, dia sudah meninggal dunia.

Mendengar kabar itu, Matsushita Konosuke terdiam cukup lama. 

Asistennya berkata dengan penuh penyesalan: “Sungguh disayangkan, seorang pemuda berbakat seperti itu tidak sempat kita manfaatkan.”

Matsushita menggelengkan kepala dan berkata tegas: “Tidak. Justru untung perusahaan kita tidak merekrutnya. Orang yang kehendaknya begitu rapuh, yang mudah dikalahkan oleh kegagalan, betapapun berbakatnya, tetap tidak akan mampu melakukan hal besar.”

Hikmah cerita

Kunci keberhasilan besar bukan semata-mata terletak pada kemampuan, melainkan pada ketangguhan mental dan kekuatan batin.

Seperti yang dikatakan Matsushita Konosuke: “Orang yang tidak memiliki keteguhan hati dan mudah dikalahkan oleh kegagalan, betapapun besar bakatnya, tidak akan mampu mencapai pencapaian besar.” (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine