EtIndonesia. Menghadapi penindasan berdarah yang semakin meningkat terhadap aksi protes, rakyat Iran menunjukkan keberanian luar biasa dan terus turun ke jalan meskipun berada di bawah tekanan tinggi. Sejumlah video yang beredar di internet memperlihatkan banyak kantong jenazah dan mayat, menggambarkan kekerasan brutal yang dilakukan aparat.
Aksi Protes Terus Berlanjut
Pada malam 11 Januari, meskipun menghadapi penindasan kejam, pembantaian besar-besaran, dan pemutusan akses internet, warga kembali turun ke jalan.
Di kawasan Punak, Teheran, massa meneriakkan slogan: “Ini adalah pertempuran terakhir, Dinasti Pahlavi pasti akan kembali!”
Di Tonekabon dan Shahsavār, lautan manusia terlihat memadati area luar kota.
Di Teheran, warga membentangkan spanduk di jembatan simpang susun jalan tol bertuliskan:
“Kami akan berjuang, ini lebih kuat daripada sekadar perlawanan.”
🔴 Pounak, Tehran:
— 𝐍𝐢𝐨𝐡 𝐁𝐞𝐫𝐠 ✡︎ 🇮🇷 (@NiohBerg) January 11, 2026
Despite severe oppression, mass killings and internet blackouts, everyone once again took to the streets and chanted "This is the final battle, Pahlavi will return".
Pure unfiltered bravery. pic.twitter.com/AeoLrR1cbE
Pemandangan Mengerikan di Pusat Forensik
Sejak pemerintah Iran memutus jaringan internet pada 8 Januari, berbagai video dan informasi yang disalurkan melalui Starlink dan jalur lain menunjukkan bahwa penindasan berdarah telah meningkat tajam.
CNN melaporkan adanya video yang memperlihatkan deretan kantong jenazah hitam berisi mayat yang disusun di lorong luar gedung Pusat Forensik Kahrizak di Teheran. Media resmi Iran mengakui isi video tersebut dan menyatakan bahwa jenazah-jenazah itu adalah warga sipil.
Media yang berbasis di London, Iran International, merilis video yang menunjukkan mayat-mayat berserakan di Pusat Forensik Kahrizak, Teheran. Nomor pada foto-foto dalam video mengindikasikan kemungkinan terdapat hingga 250 jenazah. Disebutkan bahwa jenazah-jenazah ini dibawa ke lokasi tersebut menggunakan truk pikap setelah penindasan pada 8 Januari.
⚠️ (Video berikut mengandung gambar yang mengganggu, harap berhati-hati)
Iran International melaporkan bahwa video memperlihatkan puluhan mayat ditempatkan di dalam sebuah bangunan industri, sementara mayat-mayat lainnya juga ditemukan di bangunan industri lain di sekitarnya.
Dua saksi mata yang pergi ke Kahrizak untuk mencari anggota keluarga mereka mengatakan bahwa mereka melihat lebih dari 400 jenazah di lokasi tersebut. Perkiraan paling konservatif menunjukkan bahwa dalam 48 jam terakhir, setidaknya 2.000 orang tewas di seluruh Iran.
Lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency (HRANA), pada 11 Januari menyatakan bahwa mereka telah memverifikasi 538 kematian, termasuk 490 pengunjuk rasa. Lebih dari 10.000 orang dilaporkan ditangkap selama dua minggu aksi protes.
Dukungan Internasional untuk Aksi Protes Iran
Pada 11 Januari, warga di Montreal, Toronto, dan Ottawa (Kanada) menggelar aksi untuk mendukung para pengunjuk rasa Iran.
Di Toronto, ribuan orang turun ke jalan dalam aksi solidaritas.
Di Los Angeles, juga digelar aksi dukungan bagi warga Iran yang memprotes pemerintah.
A U-Haul just drove right through a large crowd of Pahlavi supporters in Los Angeles.
— 𝐍𝐢𝐨𝐡 𝐁𝐞𝐫𝐠 ✡︎ 🇮🇷 (@NiohBerg) January 12, 2026
Only one specific group of freaks chants the slogan "No Shah, No Mullah" as seen on the side of the truck.
It's called the MEK, and they were for decades designated as a terrorist… pic.twitter.com/bZ4jyAWTlv
Laporan gabungan oleh reporter Jin Jing / Lin Qing – NTDTV.com


