Dalam Hidup, Sebenarnya Apa yang Kita Kejar?

EtIndonesia. Seorang pengusaha Amerika sedang duduk santai di dermaga sebuah desa nelayan kecil di pesisir Meksiko. Dia memperhatikan seorang nelayan Meksiko yang baru saja menambatkan perahunya ke pantai. Di dalam perahu kecil itu tampak beberapa ekor tuna sirip kuning berukuran besar.

Pengusaha Amerika itu pun memuji hasil tangkapan sang nelayan, lalu bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menangkap ikan-ikan sebesar itu.

Nelayan Meksiko menjawab, hanya perlu waktu sebentar saja.

Orang Amerika itu kembali bertanya : “Kalau begitu, kenapa kamu tidak melaut lebih lama supaya bisa menangkap lebih banyak ikan?”

Nelayan Meksiko tersenyum dan menjawab dengan santai : “Ikan-ikan ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya.”

Pengusaha itu tampak heran:  “Kalau begitu, sisa waktu kamu seharian biasanya dipakai untuk apa?”

Nelayan itu menjelaskan : “Saya bangun tidur tanpa alarm, melaut sebentar untuk menangkap beberapa ikan, lalu pulang bermain dengan anak-anak. Setelah itu tidur siang bersama istri saya. Menjelang sore, saya berjalan ke desa, minum sedikit anggur, bermain gitar bersama teman-teman. Hidup saya terasa penuh dan sibuk.”

Pengusaha Amerika itu menggelengkan kepala, merasa sayang dengan cara hidup tersebut.

Dia lalu berkata penuh semangat:  “Saya lulusan manajemen bisnis. Saya bisa membantu kamu. Seharusnya kamu menghabiskan lebih banyak waktu untuk menangkap ikan. Dengan begitu, kamu bisa membeli perahu yang lebih besar. Setelah itu, kamu bisa membeli lebih banyak kapal, lalu membentuk armada nelayan.

Kemudian, kamu tidak perlu lagi menjual ikan ke tengkulak, tapi langsung ke pabrik pengolahan. Bahkan, kamu bisa mendirikan pabrik pengalengan sendiri. Dengan begitu, kamu bisa mengendalikan produksi, pengolahan, dan pemasaran.

Setelah itu, kamu bisa meninggalkan desa kecil ini, pindah ke kota besar, lalu ke Los Angeles, bahkan ke New York, untuk mengelola bisnis yang terus berkembang.”

Nelayan Meksiko bertanya dengan polos: “Berapa lama semua itu harus dijalani?”

Pengusaha Amerika menjawab: “Sekitar lima belas sampai dua puluh tahun.”

“Lalu setelah itu?” tanya sang nelayan.

Pengusaha itu tertawa dan berkata: “Setelah itu kamu bisa hidup seperti raja! Pada saat yang tepat, kamu bisa membawa perusahaanmu ke bursa saham. Kamu akan menjadi sangat kaya, menghasilkan ratusan juta dolar!”

“Lalu setelah itu?” tanya nelayan itu lagi.

Pengusaha Amerika menjawab:  “Setelah itu kamu bisa pensiun. Kamu bisa pindah ke desa nelayan kecil di tepi laut. Setiap hari bangun tanpa alarm, melaut sebentar untuk menangkap beberapa ikan, bermain dengan anak-anak, tidur siang bersama istri, lalu menjelang sore minum anggur dan bermain gitar dengan teman-teman.”

Nelayan Meksiko terdiam sejenak, lalu berkata dengan bingung: “Bukankah… hidup saya sekarang sudah seperti itu?”

Dalam hidup, sebenarnya apa yang sedang kita kejar? (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine