Italia Mendesak Warganya Segera Meninggalkan Iran, G7 Berencana Meningkatkan Sanksi

Seiring terus meningkatnya jumlah korban tewas dan luka di kalangan para pengunjuk rasa di Iran, Kementerian Luar Negeri Italia pada Rabu (14 Januari) mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa, mengingat situasi keamanan saat ini, Italia kembali mendesak dengan keras warganya untuk segera meninggalkan Iran. Pemerintah Inggris juga menyatakan bahwa Kedutaan Besar Inggris di Teheran telah “ditutup sementara”. Sementara itu, Kelompok Tujuh (G7) menyatakan bahwa jika kekerasan terus berlanjut, mereka siap memperketat sanksi.

EtIndonesia. Menurut laporan Reuters, Kementerian Luar Negeri Italia menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 600 warga negara Italia di Iran, dan sebagian besar berada di wilayah Teheran.

Kantor Perdana Menteri Italia pada 13 Januari telah mengeluarkan pernyataan tertulis yang menyatakan bahwa Italia sangat mencermati perkembangan situasi di Iran serta terus meningkatnya laporan kematian para pengunjuk rasa. 

Italia menyerukan kepada otoritas Iran untuk menjamin penghormatan terhadap berbagai hak rakyat dan menjaga keselamatan para demonstran di jalanan.

Menurut laporan AFP, juru bicara pemerintah Inggris mengatakan:  “Kami telah menutup sementara Kedutaan Besar Inggris di Teheran dan akan beroperasi melalui sistem jarak jauh. Saran perjalanan dari Kementerian Luar Negeri juga telah diperbarui untuk mencerminkan perubahan konsuler ini.”

G7 Ancam Tambahkan Langkah Pembatasan

Kelompok Tujuh pada 14 Januari menyatakan bahwa mereka sangat prihatin atas banyaknya korban tewas dan luka akibat penindasan terhadap aksi protes di Iran. Jika kekerasan terus berlanjut, G7 siap menambah sanksi, serta menyerukan kepada otoritas Iran agar menahan diri dan menghentikan penggunaan kekerasan.

Menurut laporan CNN, para menteri luar negeri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat pada 14 Januari mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam otoritas Iran atas apa yang mereka sebut sebagai “penindasan brutal” terhadap rakyat Iran, termasuk penggunaan kekerasan, pembunuhan, dan penangkapan sewenang-wenang untuk menekan aksi protes.

Dalam pernyataan bersama tersebut, para menteri luar negeri G7 bersama Perwakilan Tinggi Uni Eropa (UE) menyatakan:  “Jika Iran terus melanggar kewajiban internasional di bidang hak asasi manusia serta menindas aksi protes dan para pembangkang, negara-negara anggota G7 siap memberlakukan langkah-langkah pembatasan tambahan.”

Sebuah kelompok hak asasi manusia di Amerika Serikat memperkirakan bahwa jumlah korban tewas akibat penindasan keras terhadap para pembangkang di Iran telah melampaui 2.400 orang, sehingga banyak negara mengancam akan menjatuhkan hukuman terhadap otoritas Teheran.

Belgia menyatakan telah siap untuk membahas sanksi baru Eropa terhadap Iran, sementara sejumlah negara Eropa lainnya telah memanggil duta besar Iran di negara masing-masing. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine