Jangan Kalah oleh Keuntungan Sesaat

EtIndonesia. Pada awal abad ke-20, di wilayah Bavaria, Jerman, terdapat dua pembuat jam tangan terkenal. Yang satu bernama Field, dan yang lainnya Hans. Keduanya sama-sama bercita-cita menciptakan jam tangan terbaru dan terbaik untuk menguasai pasar dunia.

Dari segi keterampilan teknis dalam membuat jam tangan, Field sedikit lebih unggul dibanding Hans. Lalu bagaimana caranya Hans bisa mengalahkan Field? Hans pun berpikir keras mencari jalan keluar.

Suatu hari, dia mengetahui bahwa selain meneliti dan mengembangkan jam tangan, Field juga menjalankan bisnis sampingan berupa topi jerami. Dari situlah sebuah ide muncul di benak Hans. Dia lalu menyuruh orang-orangnya mendatangi Field dan membeli topi jerami dengan harga tinggi.

Melihat bisnis topi jerami ternyata sangat menguntungkan, Field pun tergoda. Dia mulai mengalihkan perhatiannya dan untuk sementara waktu menunda pengembangan jam tangan.

Saat Field lengah dan sibuk mengejar keuntungan dari bisnis topi jerami, Hans justru memanfaatkan kesempatan itu. Dia fokus sepenuhnya pada riset dan pengembangan jam tangan. Tak lama kemudian, Hans berhasil menciptakan sebuah jam tangan dengan fitur tahan air dan berfungsi otomatis. Jam tangan itu ia beri nama “Rolex”.

Tidak lama berselang, jam tangan Rolex berhasil menguasai pasar dunia. Pada saat itulah Field baru tersadar, namun semuanya sudah terlambat. Penyesalan pun tak lagi berguna.

Ada yang mengatakan bahwa Field kalah karena kecerdikan Hans. Namun menurut saya, bukan itu penyebab utamanya. Field bukan kalah oleh orang lain, melainkan kalah oleh dirinya sendiri—kalah oleh kelemahan sifat manusia: terbuai oleh keuntungan sesaat hingga hati dan pandangannya tertutup.

Baik dalam fenomena alam maupun dalam kehidupan nyata, kita sering mendapatkan pelajaran yang sama: dalam banyak momen kehidupan, manusia bukan dikalahkan oleh orang lain, melainkan oleh dirinya sendiri—oleh kelemahan sifat manusia yang tak mampu menahan godaan kepentingan jangka pendek. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine