Anda Seorang Koki atau Biksu Tua?

EtIndonesia. Suatu ketika, di sebuah kuil yang terletak di pegunungan, ada seorang biksu muda yang diperintahkan untuk membeli minyak goreng.

Sebelum berangkat, koki kuil menyerahkan sebuah mangkuk besar kepadanya sambil memperingatkan dengan nada keras : “Kamu harus sangat berhati-hati. Kondisi keuangan kuil kita sedang tidak baik. Jangan sampai setetes pun minyak itu tumpah.”

Biksu muda itu mengangguk dan turun gunung menuju kota, ke toko yang telah ditunjuk oleh sang koki.

Dalam perjalanan kembali ke kuil, dia terus terbayang wajah koki yang galak serta peringatannya yang serius. Semakin dipikirkan, semakin dia merasa tegang.

Dia memegang mangkuk berisi minyak itu dengan sangat hati-hati, melangkah perlahan di jalan gunung, tidak berani menoleh ke kiri atau ke kanan sedikit pun.

Sayangnya, ketika hampir sampai di gerbang kuil, karena terlalu fokus pada mangkuk dan tidak melihat jalan di depan, dia menginjak sebuah lubang.

Dia memang tidak terjatuh, tetapi sepertiga minyak tumpah.

Biksu muda itu sangat kesal dan semakin gugup. Tangannya mulai gemetar sehingga dia semakin sulit menahan mangkuk dengan stabil.

Ketika akhirnya tiba di kuil, minyak di dalam mangkuk tinggal setengahnya saja.

Melihat itu, sang koki tentu saja marah besar. Dia menunjuk biksu muda sambil memarahi : “Dasar bodoh! Bukankah aku sudah bilang supaya berhati-hati? Kenapa masih menyia-nyiakan minyak sebanyak ini? Benar-benar membuatku marah!”

Biksu muda itu merasa sangat sedih dan tak kuasa menahan air mata.

Seorang biksu tua yang mendengar keributan itu pun datang dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah mengetahui duduk perkaranya, biksu tua itu menenangkan sang koki. 

Kemudian, secara pribadi dia berkata kepada biksu muda :  “Aku akan mengutusmu membeli minyak sekali lagi. Kali ini, aku ingin kamu memperhatikan orang-orang dan hal-hal yang kamu lihat sepanjang jalan, lalu melaporkannya kepadaku.”

Biksu muda itu ingin menolak tugas tersebut. Dia berkata bahwa membawa minyak saja sudah sulit baginya, apalagi harus membawa minyak sambil menikmati pemandangan dan membuat laporan.

Namun karena biksu tua itu bersikeras, dia pun terpaksa berangkat kembali.

Dalam perjalanan pulang kali ini, biksu muda mulai menyadari bahwa pemandangan di sepanjang jalan gunung sangat indah.

Di kejauhan tampak pegunungan yang menjulang megah.Dia melihat para petani bekerja di sawah bertingkat. Tak lama kemudian, dia juga melihat sekelompok anak-anak bermain riang di lapangan kecil, serta dua orang kakek yang sedang asyik bermain catur.

Tanpa terasa, sambil menikmati semua itu, dia pun tiba kembali di kuil.

Saat menyerahkan minyak kepada sang koki, dia terkejut mendapati bahwa mangkuk itu masih penuh, tidak ada setetes pun yang tumpah.

Sesungguhnya, jika kita ingin menjalani hidup dengan lebih bahagia, kita pun bisa meneladani nasihat biksu tua tersebut.

Daripada setiap hari hanya sibuk memikirkan prestasi dan keuntungan materi, lebih baik kita bersungguh-sungguh menjalani proses belajar, bekerja, dan hidup, menikmati setiap pengalaman, serta bertumbuh dari setiap proses yang kita lalui.

Renungan 

Ada orang-orang yang secara alami mudah merasa tegang. Semakin besar tekanan dan tanggung jawab yang diberikan, semakin mudah pula mereka melakukan kesalahan.

Sebaliknya, dorongan, kepercayaan, dan pengakuan yang tepat justru sering membuat seseorang mampu menampilkan kemampuan melebihi batas yang ia kira sebelumnya.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine