EtIndonesia.com Kapal Tiongkok dan Filipina kembali terlibat konflik di Laut Tiongkok Selatan pada Sabtu (19/9/2026). Filipina menuduh kapal Penjaga Pantai Partai Komunis Tiongkok (PKT) “sengaja menabrak” sebuah kapal sipil pemerintah yang sedang menjalankan misi kemanusiaan dan mendukung kebutuhan mata pencaharian masyarakat.
Video yang dirilis Penjaga Pantai Filipina menunjukkan kapal Penjaga Pantai Tiongkok mendekat dan melakukan tindakan provokatif. Sesaat sebelum tabrakan, awak kapal Filipina terdengar berteriak kepada pihak Tiongkok, “Kita akan bertabrakan!”
Juru bicara Penjaga Pantai Filipina untuk Laut Filipina Barat, Laksamana Muda Jay Tarriela, mengatakan bahwa ketika insiden terjadi, kapal Filipina sedang mengangkut bahan bakar untuk para nelayan. Setelah ditabrak kapal Tiongkok, beberapa bagian lambung kapal mengalami deformasi dan kerusakan hingga patah. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Insiden tersebut terjadi di Sabina Shoal (Xianbin Jiao) di Laut Tiongkok Selatan. Kapal pemerintah Filipina telah lama melakukan patroli, memasok kebutuhan, dan memberikan dukungan kepada sektor perikanan di wilayah tersebut.
Ini merupakan konflik maritim kedua antara Tiongkok dan Filipina sejak Juli tahun ini. Kapal Penjaga Pantai Tiongkok disebut kerap menggunakan meriam air bertekanan tinggi, bahkan menyerang awak kapal Filipina dengan tongkat kayu, sehingga memicu sejumlah protes dari pemerintah Filipina.
Laporan gabungan An Qi dan Chi Xiao, NTD Television


