Peraih Nobel Mogok Makan di Balik Jeruji Besi di Iran: Kejahatan terhadap Kemanusiaan

EtIndonesia. Peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi memulai mogok makan di penjara Iran, lapor CNN.

Salah satu wanita paling berani di zaman kita, peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi, telah memulai perjuangan putus asa untuk hidupnya di balik tembok penjara Iran. Kondisinya kritis, dan semua kontak dengannya telah diputus sepenuhnya.

Protes Putus Asa di Balik Jeruji Besi

Pada hari Senin, Narges Mohammadi secara resmi mengumumkan mogok makan. Hal ini dilaporkan oleh yayasannya di Paris dalam pernyataan eksklusif kepada CNN. Langkah ini merupakan protes terhadap penahanan ilegal dan kondisi tidak manusiawi yang dihadapi oleh ratusan tahanan politik di Iran.

Putra aktivis hak asasi manusia tersebut, Ali Rahmani, menyebut apa yang terjadi pada ibunya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Menurutnya, rezim tersebut mencoba menghancurkan seorang wanita yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk perdamaian dan hak asasi manusia.

Kondisi Kritis dan Isolasi

Situasi seputar Mohammadi menyerupai film thriller dengan akhir yang tragis:

– Bencana medis: Narges menderita masalah jantung serius (dia telah selamat dari beberapa serangan jantung), masalah tulang belakang, dan tekanan darah tinggi yang kritis. Dia baru-baru ini menjalani operasi karena dugaan diagnosis kanker.

– Keheningan total: Sejak penangkapannya pada bulan Desember, aktivis hak asasi manusia ini hanya diizinkan satu kali menelepon saudara laki-lakinya. Pihak berwenang menuntut agar dia berbohong kepada keluarganya tentang kondisinya, tetapi Narges memilih kebenaran — dan tetap diam dan terisolasi.

– Kembali ke neraka: Mohammadi ditangkap selama upacara peringatan. Ia sekarang menghadapi hukuman total 36 tahun penjara karena propaganda.

Mengapa rezim takut padanya

Suami penerima penghargaan, Taghi Rahmani, percaya bahwa pihak berwenang lebih takut pada suara Narges daripada sanksi apa pun. Bahkan dari penjara, dia tetap menjadi simbol perjuangan untuk hak-hak perempuan dan demokrasi di Iran.

Komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia menyerukan intervensi segera. Setiap jam mogok makan bagi seorang wanita dengan riwayat medisnya dapat berakibat fatal.

Hubungan AS-Iran

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam setelah Teheran secara brutal menindas protes anti-pemerintah pada awal Januari. Menurut organisasi hak asasi manusia, ribuan orang tewas selama demonstrasi tersebut.

Presiden AS, Donald Trump menginstruksikan timnya untuk menyiapkan skenario serangan cepat dan menentukan terhadap Iran, yang bertujuan untuk menunjukkan kekuatan tanpa menyeret AS ke dalam perang berkepanjangan di Timur Tengah.

Selain itu, AS baru-baru ini mengerahkan kapal perang tambahan ke Timur Tengah sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan dengan Iran.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine