Martabat Manusia

EtIndonesia. Di depan sebuah toko jajanan yang selalu ramai pembeli, suatu hari datanglah seorang pengemis.

Pakainya compang-camping, dari tubuhnya tercium bau tak sedap. Saat dia meringkuk mendekati tungku besar tempat jajanan dikukus, para pelanggan di sekitarnya spontan mengernyitkan dahi dan menutup hidung, wajah mereka dipenuhi rasa jijik.

Para pelayan toko segera membentak pengemis itu dan menyuruhnya pergi.

Namun pengemis tersebut mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan kecil yang sudah kotor, lalu berkata dengan suara lirih: “Hari ini saya tidak datang untuk mengemis. Saya dengar jajanan di sini enak, saya juga ingin mencicipinya. Sudah lama saya memikirkannya, dan baru hari ini saya berhasil mengumpulkan uang ini.”

Pemilik toko yang menyaksikan kejadian itu segera melangkah maju. Dengan penuh hormat, dia menyerahkan dua buah jajanan panas yang masih mengepul kepada pengemis tersebut. 

Dia lalu membungkuk dalam-dalam sambil berkata : “Terima kasih atas kunjungannya. Silakan datang kembali.”

Sebelumnya, betapa pun terpandangnya seorang pelanggan, sang pemilik selalu menyerahkan pelayanan kepada para pegawai. Namun hari itu, dia justru melayani sendiri dengan sikap sangat hormat—padahal tamu tersebut hanyalah seorang pengemis.

Pemilik toko kemudian menjelaskan: “Para pelanggan yang sering datang ke toko ini tentu patut kami sambut, tetapi mereka semua orang berada. Membeli beberapa jajanan bagi mereka adalah hal yang mudah dan biasa saja. Namun tamu hari ini berbeda. Dia seorang pengemis, tetapi demi mencicipi jajanan kami, dia rela menghabiskan waktu lama untuk mengumpulkan sedikit uang. Itu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika saya tidak melayaninya sendiri, bagaimana mungkin saya menghargai ketulusannya?”

“Kalau begitu, mengapa kakek tetap menerima uangnya?” tanya sang cucu dengan heran.

Pemilik toko tersenyum dan berkata: “Hari ini dia datang sebagai seorang pelanggan, bukan sebagai pengemis. Kita harus menghormatinya. Jika saya tidak menerima uangnya, bukankah itu justru sebuah penghinaan baginya? Kita harus selalu ingat, setiap pelanggan pantas mendapatkan rasa hormat—meskipun ia seorang pengemis. Karena segala yang kita miliki berasal dari para pelanggan.”

Pemilik toko itu adalah kakek dari Tsutsumi Yoshiaki, pengusaha besar Jepang yang dua kali dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia oleh Forbes. Peristiwa ketika sang kakek membungkuk kepada seorang pengemis itu tertanam sangat dalam di benak Tsutsumi Yoshiaki kecil, yang saat itu baru berusia sepuluh tahun.

Di kemudian hari, Tsutsumi Yoshiaki berkali-kali menceritakan kisah ini dalam pelatihan karyawan grup perusahaannya, dan meminta seluruh pegawai meneladani sikap sang kakek—menghormati setiap pelanggan tanpa terkecuali.

Mudah dibayangkan, “rasa hormat” yang dimaksud di sini bukanlah sekadar sopan santun di permukaan. Dia lahir dari lubuk hati terdalam: pemahaman, kepedulian, empati, dan penghargaan yang tulus terhadap kehidupan orang lain. Rasa hormat semacam ini sama sekali tidak bercampur kepentingan, tidak dipengaruhi status sosial atau kedudukan. Justru karena itulah, ia menjadi paling murni, paling sederhana, dan paling layak mendapatkan balasan.

Renungan

Saling menghormati antar sesama manusia adalah bentuk kesopanan paling dasar. Jangan pernah merendahkan orang lain hanya karena pakaian, penampilan, atau keterbatasan fisiknya.

Orang yang mampu memperlakukan sesama dengan tulus dan setara, itulah pribadi yang benar-benar layak dihormati. Dan siapa pun yang tahu cara menghormati orang lain, pada akhirnya juga akan dihormati oleh orang lain. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine