EtIndonesia. Ada seorang perempuan yang hidup dalam keluarga yang sangat bahagia. Kehidupannya berkecukupan, suaminya pun sangat mencintai dan menyayanginya.
Suatu hari, dia berkenalan dengan seorang pria muda. Rayuan manis dan kata-kata indah pria itu membuat hatinya goyah, hingga akhirnya mereka terjerumus dalam hubungan yang tidak semestinya.
Suatu ketika, pria muda itu berkata kepadanya: “Hubungan sembunyi-sembunyi seperti ini tidak akan membawa kebebasan. Lebih baik kita meninggalkan kampung halaman, pergi ke tempat baru, dan membangun rumah tangga kita sendiri.”
Perempuan itu merasa kata-kata tersebut masuk akal. Maka, saat suaminya sedang pergi, dia mengambil seluruh harta paling berharga dari rumah, lalu pergi ke pelabuhan untuk bertemu dengan pria muda itu.
Pria itu berkata: “Kamu serahkan dulu semua barang berharga itu kepadaku. Biarkan aku mengantarnya ke seberang lebih dulu, nanti aku kembali menjemputmu. Kalau sampai tertangkap, akibatnya tidak terbayangkan.”
Perempuan itu kembali merasa masuk akal. Dia pun menyerahkan seluruh harta bendanya, dan tinggal di tempat itu sambil menunggu.
Namun tak disangka, sehari berlalu,dua hari berlalu, tiga hari berlalu—pria muda itu tidak pernah kembali.
Dia kelaparan dan kedinginan, tetapi dia tidak berani pulang. Dia benar-benar terjebak dalam keputusasaan.
Tiba-tiba, dia melihat seekor serigala berlari melewatinya sambil menggigit seekor burung. Burung itu masih berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri.
Serigala itu berlari ke tepi air. Ketika melihat seekor ikan di dalam air, dia melepaskan burung itu dan mencoba menangkap ikan.
Namun ikan itu segera berenang menjauh, sementara burung itu pun terbang pergi.
Melihat kejadian itu, perempuan tersebut tertawa dan berkata : “Serigala ini benar-benar bodoh. Sudah mendapatkan seekor burung yang begitu bagus, malah dilepaskan demi mengejar ikan. Akhirnya burung dan ikan sama-sama hilang. Benar-benar bodoh!”
Tiba-tiba, anjing serigala itu menoleh dan berkata: “Kebodohanku hanya membuatku kelaparan untuk sementara. Tetapi kebodohanmu telah menghancurkan seluruh hidupmu.”
Saat itulah perempuan bodoh itu seperti terbangun dari mimpi.
Dengan penuh penyesalan dia berkata : “Aku rela meninggalkan suami yang mencintaiku dan keluarga yang stabil demi orang seperti itu. Aku telah menghancurkan kebahagiaan seumur hidupku. Semua ini adalah akibat dari keserakahan dan hawa nafsuku sendiri!”
Manusia biasa sering kali menuruti keinginan hati. Meski mungkin memperoleh kenikmatan sesaat, pada akhirnya justru akan mencelakakan diri sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak terhindar dari godaan yang membuat hati terguncang. Namun kita harus segera membangkitkan kesadaran dan kejernihan batin, mengendalikan keserakahan dan nafsu, agar tidak tersesat sesaat dan kemudian harus menanggung penderitaan serta penyesalan tanpa akhir.
Renungan
Sering kali, orang yang terlibat langsung menjadi bingung, sementara orang yang melihat dari luar justru lebih jernih.
Dalam cerita ini, perempuan tersebut berada pada posisi pengamat, sehingga ia dengan mudah menertawakan anjing serigala yang karena mengejar ikan justru melepaskan burung, dan akhirnya kehilangan keduanya.
Namun ketika ia sendiri berada dalam posisi yang sama, ia tidak mampu mengendalikan godaan, dan justru melakukan kesalahan yang serupa dengan anjing serigala itu.
Kisah ini memberikan dua pelajaran penting:
Pertama. Sangat mudah bagi kita melihat kesalahan dan kelemahan orang lain, namun sering kali kita tidak menyadari bahwa diri kita pun melakukan kesalahan yang sama.
Kedua. Ada kebodohan yang dampaknya ringan dan tidak terlalu membahayakan, tetapi ada pula kebodohan yang sekali dilakukan akan menutup seluruh jalan untuk kembali.
Karena itu, selama masih menjalani hidup, setiap perkataan, tindakan, dan pilihan perlu dijaga dengan kehati-hatian. (jhn/yn)


