Iran Lancarkan Serangan Balasan, Israel Masuk Status Darurat Khusus

Laporan gabungan wartawan Epoch Times, Zhang Ting

EtIndonesia. Pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran. Tak lama kemudian, Iran membalas dengan menyerang berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah serta wilayah Israel. Israel pun mengumumkan status darurat khusus secara nasional dan memerintahkan seluruh rumah sakit untuk beroperasi dalam mode darurat.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu mengancam akan memberikan respons secara “tegas dan nyata” atas serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, serta menyatakan akan menyerang “semua” pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Militer Iran juga mengklaim telah meluncurkan gelombang pertama yang terdiri dari “puluhan drone tempur” ke arah Israel.

Setelah serangan rudal balistik terbaru Iran, sirene peringatan berbunyi di Tel Aviv dan wilayah Israel bagian tengah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Sabtu pagi mengumumkan status “darurat khusus yang berlaku segera” di seluruh negeri.

Kementerian Pertahanan Israel melalui WhatsApp mengirimkan foto perintah darurat yang ditandatangani Katz kepada media, disertai penjelasan bahwa status darurat diberlakukan menyusul serangan pendahuluan yang dilancarkan Israel terhadap Iran.

Militer Israel mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja (kecuali sektor vital), serta melarang penggunaan ruang udara publik. Israel juga menutup wilayah udara untuk penerbangan sipil, dan Otoritas Bandara menyerukan agar masyarakat tidak menuju bandara mana pun di Israel.

Pasukan Pertahanan Israel menyatakan sedang mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencegat rudal-rudal Iran. Pihak rumah sakit menyebutkan bahwa sesuai instruksi Kementerian Kesehatan, pusat-pusat medis di seluruh Israel telah beralih ke mode darurat, serta memindahkan pasien kritis dan prosedur operasi ke fasilitas bawah tanah atau melakukan tindakan di zona aman.

Kedutaan Besar AS di berbagai negara Timur Tengah menyerukan warga negara Amerika di kawasan tersebut untuk berlindung di tempat masing-masing, termasuk warga AS di Israel, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania. Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Dubai melaporkan terjadinya ledakan, dan seluruh penerbangan keluar-masuk di bandara Dubai telah dihentikan sementara.

Penanggung jawab redaksi: Lin Yan

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine