EtIndonesia. Pada 1 Maret malam, siaran televisi nasional Iran tiba-tiba terputus dan diselingi tayangan pidato Presiden Trump yang disampaikan di Mar-a-Lago, lengkap dengan subtitle berbahasa Persia. Pada 28 Februari pagi, militer AS dan Israel melancarkan serangan mendadak bersama terhadap Iran, dan Trump menyampaikan pidato video dari Mar-a-Lago yang mendesak rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan.
Akun “NewsDayMundo” di platform X menulis: “Peristiwa bersejarah! Amerika Serikat menyusupi televisi nasional Iran dan menyiarkan pidato Presiden Trump ke seluruh negeri: ‘Kebebasan kalian sudah di depan mata. Inilah saatnya turun ke jalan dan mengambil kendali atas nasib kalian sendiri.’”
"¡HISTÓRICO! 🇺🇸🇮🇷 EE.UU. hackea la televisión estatal de Irán y emite en directo el mensaje de Donald Trump a todo el país: 'Su libertad está cerca, es el momento de salir a las calles y ser dueños de su destino'. La señal de la IRIB ha caído totalmente. #Iran #Trump #ÚltimaHora" pic.twitter.com/xfMljrDlJL
— News Day Mundo (@NewsDayMundo) March 2, 2026
Warganet “S.L. Kanthan” membagikan ulang video tersebut dengan komentar:
“Tebak siapa yang muncul di televisi Iran? Presiden Trump! Badan intelijen militer AS menyusupi sistem televisi Iran dan menayangkan pidato Trump yang menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan.”
Sementara itu, Eric Daugherty menulis: “Wow! Dilaporkan televisi Iran diretas dan menayangkan video Presiden Trump yang menyerukan rakyat Iran bangkit merebut kembali negara mereka. Inilah yang disebut aksi nyata! Ayo! Kebebasan!”
🔥🇮🇱🇺🇸 | Teherán arde. El búnker del régimen ya no es refugio, es su tumba. Israel y EE. UU. están borrando décadas de terror en una sola noche. Se acabó la arrogancia del ayatolá. La libertad de Irán se escribe hoy con fuego.
— News Day Mundo (@NewsDayMundo) March 2, 2026
#Iran #Libertad #IsraelStrike pic.twitter.com/4COU5yWvYJ
Pada 1 Maret malam, Presiden Trump kembali menyampaikan pidato video terkait operasi militer serangan udara terhadap Iran dan mengumumkan perkembangan terbaru. Ia mengatakan bahwa dalam 36 jam terakhir, Amerika Serikat bersama mitranya telah melancarkan ‘Operasi Kemarahan Epik’—salah satu operasi militer terbesar, paling kompleks, dan paling tak terbendung yang pernah disaksikan dunia.
Tonight in Tehran: Iranians watching Israel strikes and cheering 👇
— Dr. Eli David (@DrEliDavid) March 1, 2026
They are not worried and not taking shelter, because they fully trust Israel to only target regime forces.
pic.twitter.com/BJBLJJe7n3
“Kami telah menyerang ratusan target di dalam Iran, termasuk fasilitas Korps Garda Revolusi dan sistem pertahanan udara Iran. Baru saja, kami mengumumkan bahwa dalam hitungan menit kami telah menghancurkan sembilan kapal beserta markas angkatan lautnya. Mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas,” kata Trump.
Trump mendesak Korps Garda Revolusi Iran, militer Iran, dan kepolisian untuk meletakkan senjata dan menerima pengampunan penuh. Jika tidak, mereka akan menghadapi kematian yang tak terelakkan. “Itu akan menjadi kematian yang sudah ditentukan, dan pemandangannya tidak akan indah,” ujarnya.
Di akhir pidatonya, Trump kembali menyerukan kepada semua patriot Iran yang merindukan kebebasan: “Manfaatkan momen ini. Tunjukkan keberanian, ketegasan, dan kepahlawanan. Rebut kembali negara kalian. Amerika Serikat bersama kalian. Saya telah membuat janji kepada kalian, dan kini saya menepatinya. Sisanya bergantung pada kalian, tetapi kami akan membantu. Terima kasih. Semoga Tuhan memberkati para prajurit hebat kita, dan semoga Tuhan memberkati Amerika Serikat.”
Video lain menunjukkan bahwa pada malam 1 Maret, koalisi AS–Israel melancarkan serangan udara bertubi-tubi ke Teheran. Banyak warga Iran terlihat berdiri di atap rumah menyaksikan serangan udara, bersorak gembira tanpa rasa takut atau upaya berlindung. Mereka sepenuhnya yakin bahwa Israel hanya akan menyerang pasukan rezim Iran.
Video tambahan juga memperlihatkan jalan-jalan Teheran dipenuhi warga yang mengemudi sambil membunyikan klakson keras-keras dan bersorak, merayakan kabar bahwa para petinggi Iran seperti Khamenei telah “dipenggal” oleh militer AS.
(Laporan gabungan oleh Luo Tingting / Editor penanggung jawab: Wen Hui)


