EtIndonesia. Perusahaan listrik milik negara Kuba, Union Electrica de Cuba (UNE), menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Kuba, termasuk ibu kota Havana, mengalami pemadaman listrik pada Rabu (4 Maret). Salah satu penyebabnya adalah krisis energi yang dipicu oleh pembatasan pasokan minyak akibat kebijakan Amerika Serikat.
Wilayah yang terdampak pemadaman listrik membentang dari provinsi Camagüey Province di bagian tengah hingga Pinar del Río Province di ujung barat negara tersebut.
Kementerian Energi Kuba menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga panas Felton 1 Power Plant yang terletak di Holguín di wilayah timur masih beroperasi, dan proses pemulihan pasokan listrik sedang dilakukan.
Foto yang beredar menunjukkan seorang pemilik toko di Havana menggunakan generator listrik setelah pemadaman terjadi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kuba telah berkali-kali mengalami pemadaman listrik besar, bahkan sebelum Amerika Serikat menghentikan pengiriman minyak ke negara tersebut. Pemerintah Kuba menyalahkan krisis ekonomi yang terjadi pada sanksi ekonomi jangka panjang yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Sejak revolusi tahun 1959 yang dipimpin oleh Fidel Castro, Kuba telah dikenai embargo perdagangan oleh Amerika Serikat.
Belakangan ini, akibat tekanan dari Amerika Serikat, pasokan minyak dari Venezuela dan Meksiko ke Kuba juga berkurang, sehingga memperparah kekurangan energi yang sudah ada sebelumnya.
Sumber : NTDTV.com






