Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ketujuh. Pada 6 Maret, militer Israel melancarkan serangan udara baru terhadap Iran dan berhasil menghancurkan sebuah bunker komando militer raksasa di pusat kota Teheran yang digunakan oleh pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
EtIndonesia. Israel Defense Forces (IDF) mengkonfirmasi bahwa sekitar 50 pesawat tempur Angkatan Udara Israel ikut serta dalam gelombang serangan besar ke-15, dengan menjatuhkan lebih dari 100 bom ke bunker tersebut.
Bunker Komando Rahasia di Bawah Pusat Kota Teheran
Menurut laporan yang dipublikasikan di situs resmi IDF pada 6 Maret, sekitar 50 jet tempur Israel melancarkan serangan pada pagi hari dengan panduan intelijen yang sangat presisi, bekerja sama dengan unit kontra-terorisme.
Target serangan adalah bunker komando militer milik Khamenei yang terletak di bawah kompleks kepemimpinan rezim Iran di pusat kota Teheran.
Video resmi yang dirilis Israel menunjukkan api besar muncul terlebih dahulu di lokasi, diikuti oleh asap tebal yang membumbung tinggi.
Militer Israel menyatakan bahwa kompleks bawah tanah tersebut dibangun oleh rezim Iran untuk merencanakan kegiatan militer serta menyebarkan ideologi ekstremis terhadap Israel dan dunia Barat.
Kompleks Bunker Besar di Bawah Jalan Kota
Bunker tersebut disebut membentang di bawah satu ruas jalan di pusat Teheran, dengan banyak pintu masuk dan ruang rapat yang digunakan oleh pejabat tinggi rezim Iran.
Setelah Khamenei tewas, fasilitas tersebut masih digunakan oleh pejabat tinggi yang tersisa dalam pemerintahan Iran.
Laporan menyebutkan bahwa serangan terhadap kompleks ini dilakukan setelah proses pengumpulan dan analisis intelijen yang panjang dan menyeluruh oleh badan intelijen militer Israel.
Bunker tersebut dianggap sebagai markas inti dan pusat komando paling penting rezim Iran, sehingga kehancurannya semakin melemahkan kemampuan komando dan kendali militer Iran.
“Seperti yang dapat Anda lihat di layar, ini adalah bunker bawah tanah besar yang berada puluhan meter di bawah beberapa kawasan permukiman di Teheran. Khamenei berencana menggunakan bunker rahasia ini untuk memimpin perang melawan Israel, tetapi ia sudah dieliminasi sebelum sempat menggunakannya,” kata juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin.
Serangan Lain di Iran dan Lebanon
Selain menghancurkan bunker tersebut, militer Israel juga:
- Menyerang 35 lokasi pasukan keamanan Iran
- Melancarkan 26 gelombang serangan udara semalam terhadap pusat komando dan gudang senjata Hizbullah di Lebanon
Ledakan besar dilaporkan terjadi di Beirut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan: “Kami sedang berada di jalur operasi, dan kami akan menyelesaikan semua misi.”
U.S. forces have struck over 3,000 targets in the first week of Operation Epic Fury, and we are not slowing down. pic.twitter.com/Nqn30feTQA
— U.S. Central Command (@CENTCOM) March 7, 2026
Bunker Dibangun dengan Biaya Besar
Menurut laporan Fox News, bunker tersebut berada tepat di bawah lokasi tempat Khamenei dan sekitar 50 pejabat tinggi rezim Iran tewas dalam serangan pada 28 Februari.
Walaupun Khamenei menghabiskan jutaan dolar untuk membangun bunker itu, ia tidak sempat masuk ke tempat perlindungan tersebut sebelum tewas. Hal ini disebut akibat operasi pengelabuan yang berhasil dilakukan oleh AS dan Israel, termasuk:
- Pernyataan publik dari Presiden Donald Trump
- Informasi palsu bahwa para komandan IDF sedang berlibur
Ribuan Target Iran Telah Diserang
Hingga 6 Maret, pasukan gabungan AS–Israel dilaporkan telah:
- Menyerang lebih dari 3.000 target militer
- Menenggelamkan atau menghancurkan 43 kapal Iran
Presiden AS Donald Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membuat kesepakatan apa pun dengan Iran kecuali Iran menyerah tanpa syarat. (hui)


