Pembom B-52 Militer AS Dikerahkan — Trump : Iran Mungkin “Berubah Total” Setelah Perang 

EtIndonesia. Komando Pusat Militer AS pada 7 Maret mempublikasikan video operasi pembom B-52. Ini menunjukkan bahwa Iran kini menghadapi gelombang serangan udara skala besar yang semakin kuat. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ketika perang ini berakhir, peta wilayah Iran “mungkin akan berubah total”.

AS Kerahkan B-52 untuk Menghantam Iran

Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat kepresidenan bahwa dalam satu minggu terakhir operasi militer AS terhadap Iran berjalan sangat lancar. Setelah seminggu pertempuran, kekuatan militer Iran “hampir tidak lagi tersisa”.

Ia menyatakan bahwa pencapaian militer AS dalam waktu singkat tersebut “melampaui imajinasi semua orang”, dengan menghancurkan militer dan kepemimpinan Iran. Menurut Trump, AS telah “menghancurkan” angkatan laut dan angkatan udara Iran serta sebagian besar rudalnya, dan “menyerang titik vital Iran”.

Trump juga menegaskan bahwa ketika perang ini berakhir, wilayah Iran “mungkin akan berubah secara drastis”.

Pada 7 Maret, United States Central Command juga mengunggah video misi B-52 di akun X mereka dengan keterangan:   “Jika B-52 ikut dalam pertempuran, maka itu tidak akan pernah menjadi pertempuran yang seimbang.”

Dalam unggahan tersebut juga dikutip pernyataan Menteri Perang AS Pete Hegseth mengenai situasi perang melawan Iran :  “Pertempuran ini tidak pernah adil, dan sekarang memang tidak adil. Kami menyerang mereka ketika mereka sudah terjatuh.”

Pengerahan B-52 menandakan bahwa militer AS telah menguasai supremasi udara sepenuhnya di medan perang Iran.

Pilihan Jenis Pesawat Menggambarkan Situasi Perang

Menurut informasi yang dipublikasikan militer AS:

  • 28 Februari: Dalam gelombang serangan pertama, AS mengerahkan pembom siluman B-2 Spirit untuk menyerang ibu kota Iran, Tehran.
    Pesawat ini menjatuhkan bom penghancur bunker ke fasilitas bawah tanah tempat para pemimpin Iran bersembunyi. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei serta 49 pejabat tinggi lainnya.
  • 2 Maret: AS mengirim pembom supersonik B-1B Lancer. Pesawat ini lebih cepat tetapi tidak memiliki kemampuan siluman.

Para pakar militer menjelaskan:

  • Ketika sistem pertahanan udara musuh masih kuat dan perlu ditembus tanpa terdeteksi, digunakan B-2.
  • Ketika pertahanan udara sudah melemah, kecepatan menjadi cukup sehingga B-1 digunakan.

Pada 3 Maret, AS kemudian mengerahkan B-52.

B-52 adalah pesawat subsonik yang tidak siluman dan relatif lambat, dengan pantulan radar sangat besar. Pesawat ini biasanya terbang di ketinggian sekitar 50.000 kaki dengan kecepatan sekitar 650 mil per jam dan mudah terlihat oleh radar.

Para analis militer mengatakan:  AS hanya mengerahkan B-52 ketika hampir tidak ada lagi sistem pertahanan yang mampu menembaknya jatuh.

Urutannya mencerminkan kondisi perang:

  • B-2 → saat pertahanan udara masih mematikan
  • B-1 → saat pertahanan udara melemah
  • B-52 → saat pertahanan udara praktis sudah tidak berfungsi

Dengan hanya melihat jenis pesawat yang digunakan, militer AS sebenarnya memberi pesan bahwa jaringan pertahanan udara terpadu Iran sudah tidak lagi efektif.

B-52 dapat membawa hingga 70.000 pon (sekitar 31 ton) bom dalam satu misi. Pesawat ini juga bisa menembakkan rudal jelajah dari luar zona pertahanan udara tanpa perlu memasuki wilayah yang dilindungi.

Pengerahan B-52 membuat kemampuan pengeboman yang tersedia meningkat sekitar empat kali lipat, dan setiap pesawat dapat membawa muatan bom lebih besar dibandingkan platform lain.

Para pakar menilai bahwa penggunaan B-52 menunjukkan operasi militer konvensional sedang berjalan sangat berhasil.

Video lain juga menunjukkan fasilitas Islamic Revolutionary Guard Corps di kota Sanandaj di Iran barat dibom pada 7 Maret.

Israel Kerahkan Lebih dari 80 Pesawat Tempur

Selain Amerika Serikat, Israel Defense Forces yang turut dalam operasi gabungan juga mengumumkan bahwa pada 7 Maret mereka mengerahkan lebih dari 80 pesawat tempur untuk melakukan serangan udara baru terhadap target militer di Tehran dan wilayah tengah Iran.

Menurut pernyataan tersebut, serangan ini bertujuan memperlemah kemampuan peluncuran dan pertahanan rudal Iran.

Target serangan meliputi:

  • fasilitas bawah tanah penyimpanan rudal balistik
  • bunker militer dan pusat komando
  • gudang penyimpanan rudal dengan instalasi peluncur
  • berbagai lokasi peluncuran rudal di sejumlah wilayah Iran

Dilaporkan bahwa saat serangan terjadi terdapat ratusan personel militer di fasilitas tersebut.

Video yang beredar juga menunjukkan sebagian warga Iran menonton serangan terhadap fasilitas rezim Iran oleh pasukan gabungan AS-Israel dari rumah mereka dan tertawa.

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine