Presiden Sementara Venezuela Ucapkan Terima Kasih kepada Trump, Larangan Emas dan Minyak Mulai Dilonggarkan

Pekan ini hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela mengalami terobosan besar. Presiden sementara Venezuela yang sebelumnya bersikap keras kini secara terbuka berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump. Kedua negara juga telah memulihkan hubungan diplomatik dan konsuler, sementara Amerika Serikat mulai melonggarkan sebagian sanksi terhadap emas Venezuela. Perubahan ini menarik perhatian luas.

EtIndonesia. Pada Jumat (6 Maret), Kementerian Keuangan AS mengeluarkan izin yang secara bersyarat melonggarkan sanksi terhadap transaksi emas Venezuela. Menurut pernyataan tersebut, entitas AS yang memenuhi syarat dapat melakukan transaksi terkait emas Venezuela dengan perusahaan tambang milik negara Venezuela atau entitas yang berada di bawah kendalinya. Ini merupakan langkah terbaru AS dalam menyesuaikan kebijakan sanksi di sektor energi dan mineral Venezuela.

Sehari sebelumnya, media AS mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut bahwa perusahaan pertambangan milik negara Venezuela Minerven pada Senin (2 Maret) telah menandatangani kontrak penjualan emas dengan perusahaan perdagangan komoditas Trafigura, untuk menjual hingga 1.000 kilogram emas ke pasar Amerika. Para analis menyebutkan bahwa ini menandai perluasan kerjasama sumber daya antara kedua negara setelah kerja sama di sektor minyak.

Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum baru saja menyelesaikan kunjungan dua hari ke Venezuela pada Kamis (5 Maret). Kunjungan ini terutama berfokus pada sektor pertambangan Venezuela. Sebelumnya, Menteri Energi AS Chris Wright juga mengunjungi Venezuela  untuk membahas potensi minyak negara tersebut. Kedua pejabat tersebut bertujuan menarik investasi asing dan mendorong rencana bertahap untuk membalikkan krisis berat yang dialami Venezuela.

Pada Kamis, saat kunjungan Burgum berlangsung, Rodríguez berdiri di sampingnya dan secara terbuka menyampaikan penghormatan serta ucapan terima kasih kepada Presiden Trump.

Sejak menjadi presiden sementara setelah penangkapan Nicolás Maduro pada Januari tahun ini, Rodríguez sebelumnya sering menggunakan nada keras saat berbicara tentang hubungan dengan Amerika Serikat. Namun sekitar seminggu lalu sikapnya berubah drastis.

Dalam pidato publik di ibu kota Caracas pada 25 Februari, Rodríguez mengatakan:  “Venezuela tidak pernah menjadi musuh Amerika Serikat, dan tidak pernah menjadi ancaman bagi Amerika.”

Ia juga menambahkan:  “Tuan Presiden, sebagai teman dan mitra, kami sedang membuka agenda kerja sama baru dengan Amerika Serikat. Mohon cabut sanksi dan blokade terhadap kami.”

Menurut laporan Central News Agency (Taiwan), kunci cepatnya mencair hubungan kedua negara adalah pidato kenegaraan Presiden Trump sehari sebelumnya. Dalam pidato tersebut, Trump menyebut Venezuela sebagai “teman dan mitra”, serta mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menerima 80 juta barel minyak dari Venezuela. Rodríguez kemudian memberikan respons positif dalam pidatonya keesokan harinya.

Pada Rabu (4 Maret), Trump juga memuji kinerja presiden sementara Venezuela dalam sebuah unggahan, mengatakan kerja sama dengan perwakilan AS berjalan lancar. Ia juga mengungkapkan bahwa ekspor minyak Venezuela mulai pulih secara bertahap :  “Minyak mulai mengalir kembali, dan profesionalisme serta dedikasi yang ditunjukkan kedua negara sangat menggembirakan!”

Setelah kunjungan Burgum berakhir, Kemenlu AS  mengeluarkan pernyataan bahwa perundingan kedua negara berfokus pada membantu rakyat Venezuela maju melalui proses bertahap serta menciptakan kondisi bagi transisi damai menuju pemerintahan yang dipilih secara demokratis.

Pada hari yang sama, Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah sementara Venezuela untuk secara resmi memulihkan hubungan diplomatik dan konsuler. Langkah ini dimaksudkan untuk memfasilitasi transisi damai di Venezuela dan dianggap sebagai perubahan besar dalam hubungan bilateral.

Selain perkembangan diplomatik dan ekonomi, situasi politik dalam negeri Venezuela juga mengalami perubahan signifikan. Pemerintah Rodríguez telah menyetujui Undang-Undang Amnesti, yang membebaskan sejumlah politisi, aktivis, dan pengacara.

Selain itu, pemimpin oposisi Venezuela dan penerima Nobel Peace Prize 2025, María Corina Machado, telah mengumumkan bahwa ia akan kembali ke Venezuela dalam beberapa minggu mendatang dan mengatakan bahwa negara tersebut akan mengadakan pemilihan umum.

Perubahan dalam geopolitik kawasan Amerika ini menarik perhatian dunia. Beberapa analis menilai bahwa dengan dimulainya kembali ekspor minyak Venezuela dan pelonggaran sanksi AS akibat kerja sama kedua pihak, Venezuela kini beralih untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat, tidak lagi condong ke Rusia, Iran, dan Tiongkok. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine