Pada 8 Maret, Iran mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Namun pengumuman ini langsung memicu kemarahan sebagian warga Iran yang meneriakkan slogan “Mojtaba mati saja!”.
EtIndonesia. Setelah Ali Khamenei tewas, Iran sempat lama tidak mengumumkan penggantinya. Pada 8 Maret, media resmi Iran akhirnya menyatakan bahwa putra keduanya, Mojtaba Khamenei, secara resmi menjadi Pemimpin Tertinggi ketiga Iran.
Mojtaba yang kini berusia 56 tahun diketahui memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Dalam gelombang serangan pertama oleh pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, kedua orang tuanya serta istrinya dilaporkan tewas.
Video yang beredar di internet menunjukkan warga Iran berdiri di balkon rumah mereka sambil meneriakkan: “Mojtaba mati saja!” sebagai bentuk protes.
Jurnalis Iran Masih Alinejad juga membagikan video di platform X dan mengatakan: “Ini adalah reaksi pertama dari dalam Iran terhadap berita bahwa Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya sebagai ‘pemimpin tertinggi’. Orang-orang berdiri di balkon sambil meneriakkan: ‘Mojtaba mati saja!’ Seluruh rakyat Iran sedang menyampaikan kepada dunia bahwa kami tidak akan menerima rezim diktator turun-temurun lagi.”
This is the first reaction from inside Iran to the news that Mojtaba Khamenei has replaced his father as “Supreme Leader”.
— Masih Alinejad 🏳️ (@AlinejadMasih) March 9, 2026
People are standing on their balconies chanting:
“Death to Mojtaba.”
A nation is telling the world: we will not accept another inherited dictatorship. pic.twitter.com/dhJ1YbbVcP
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran yang menyebabkan Ali Khamenei tewas. Sejak saat itu, siapa yang akan menjadi penggantinya menjadi fokus perhatian dunia.
Sebelum pengumuman resmi tentang pengangkatan Mojtaba, Presiden AS Donald Trump pada 8 Maret mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran berikutnya akan sulit mempertahankan kekuasaan tanpa persetujuan Amerika Serikat.
“Dia harus mendapatkan persetujuan kami. Jika tidak, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump. Ia juga secara tegas menyatakan tidak menerima putra Khamenei sebagai penerus.
“Saya tidak ingin lima tahun lagi kita harus melakukan hal yang sama lagi, atau bahkan lebih buruk—membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” tambahnya.
Sebelum Iran mengumumkan putra Khamenei sebagai penerus, militer Israel juga telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan ragu menyerang penerus Khamenei maupun siapa pun yang terlibat dalam proses pemilihannya.
Juru bicara Israel Defense Forces, Avichay Adraee, dalam sebuah pernyataan menulis:
“Setelah tiran Khamenei disingkirkan, rezim teror Iran sedang mencoba mengatur kembali diri mereka dan memilih pemimpin tertinggi baru.”
Ia menambahkan bahwa “lengan panjang” Israel akan terus memburu penerus tersebut serta siapa pun yang mencoba menunjuknya.
Adraee juga memperingatkan semua pihak yang berencana menghadiri pertemuan pemilihan penerus bahwa mereka juga dapat dijadikan target serangan.
Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor: Wen Hui


