Militer AS Kerahkan Ratusan Pesawat Tempur untuk Serangan Udara, Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Dekat Selat Hormuz– Video Dirilis

Etindonesia. Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat. Baru-baru ini muncul laporan bahwa Iran menempatkan ranjau laut di jalur energi utama dunia, yaitu Selat Hormuz. Pada 10 Maret, militer Amerika Serikat menghancurkan 16 kapal penebar ranjau milik Iran di dekat selat Hormuz. Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa hari itu merupakan serangan paling intens sejak perang melawan Iran dimulai.

Selat Hormuz merupakan jalur transportasi energi paling penting di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan produk energi global melewati kawasan ini. 

Menurut laporan CNN yang mengutip sumber dari komunitas intelijen Amerika Serikat, jumlah ranjau laut yang telah ditempatkan Iran di selat itu masih relatif terbatas, sekitar beberapa puluh ranjau, sehingga belum mencapai tingkat blokade penuh.

Namun pihak AS menilai bahwa Iran masih memiliki sekitar 80% hingga 90% kapal cepat kecil dan kapal penebar ranjau. Jika Iran meningkatkan operasi, mereka dapat menyebarkan ratusan ranjau laut dalam waktu singkat, yang berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi transportasi energi global.

Menanggapi hal ini, pada 10 Maret Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social untuk memperingatkan bahwa jika Iran menempatkan ranjau di Selat Hormuz, Amerika Serikat menuntut agar ranjau tersebut segera disingkirkan. Jika tidak, Iran akan menghadapi “konsekuensi yang sangat serius yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Pada 11 Maret, United States Central Command mengumumkan melalui platform X (Twitter) bahwa pada 10 Maret militer AS telah menghancurkan sejumlah kapal angkatan laut Iran, termasuk 16 kapal penebar ranjau di dekat Selat Hormuz.

Unggahan tersebut juga menyertakan video operasi militer yang memperlihatkan penghancuran kapal-kapal Iran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menulis di X bahwa:  “Di bawah arahan Presiden Trump, Komando Pusat AS terus menyingkirkan kapal penebar ranjau yang belum digunakan di Selat Hormuz—menghancurkannya dengan presisi tanpa belas kasihan. Kami tidak akan pernah membiarkan teroris menyandera Selat Hormuz.”

Ia juga memperingatkan:  “Untuk rezim Iran yang lemah: kalian telah secara resmi diperingatkan!”

Pada hari yang sama, United States Central Command menyatakan bahwa militer AS sedang melemahkan kemampuan rezim Iran dalam memproyeksikan kekuatan di laut dan mengganggu pelayaran internasional. Selama bertahun-tahun, militer Iran telah mengancam kebebasan navigasi di perairan yang sangat penting bagi keamanan dan kemakmuran Amerika Serikat, kawasan, dan dunia.

Komando Pusat AS juga mengatakan bahwa dalam “Operation Epic Fury”, ratusan pesawat tempur terus melakukan serangan yang menghancurkan terhadap rezim Iran.

Pada 10 Maret pagi, Menteri Perang Pete Hegseth dan Kepala Joint Chiefs of Staff Jenderal Dan Caine mengadakan konferensi pers di Pentagon.

 “Hari ini sekali lagi akan menjadi hari dengan intensitas serangan udara tertinggi terhadap target di dalam Iran. Kami akan mengerahkan lebih banyak pesawat tempur dan pembom, melakukan lebih banyak serangan udara, dan intelijen kami lebih akurat serta lebih andal daripada sebelumnya,” kata Hegseth. 

Ia juga menyatakan bahwa jumlah rudal yang diluncurkan Iran dalam 24 jam terakhir adalah yang paling sedikit dibandingkan kemampuan peluncuran mereka.

Sementara itu, Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa serangan berkelanjutan militer AS telah menurunkan peluncuran rudal Iran terhadap Israel dan sekutunya di Teluk hingga 90%, dan serangan drone satu arah berkurang 83%.

Operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel sejauh ini telah menyerang sekitar 5.000 target di dalam Iran, dan Amerika Serikat terus melemahkan kekuatan angkatan laut Iran. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine