Aksi Protes Jalanan Meletus di Kuba, Kantor Partai Komunis Dijarah Hingga Dibakar Massa

EtIndonesia. Sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuat situasi di Kuba memasuki status darurat nasional, kini krisis minyak di negara tersebut semakin memburuk.

Pada 8 Februari, Bandara Internasional Havana mengeluarkan pemberitahuan penerbangan bahwa sembilan bandara internasional di Kuba akan mengalami kekurangan bahan bakar mulai 10 Februari selama sebulan penuh.

Baru-baru ini, menurut video yang dibagikan oleh akun X Visioner, pada 13 Maret 2026 malam, di kota Morón, provinsi Ciego de Ávila, para demonstran menerobos gedung Komite Lokal Partai Komunis Kuba dan membakarnya.

Menurut saksi mata: Furniture,Foto pemimpin,Materi propaganda  dikeluarkan dari gedung dan ditumpuk di jalan, kemudian dibakar menjadi api unggun.

Saat ini Kuba menghadapi krisis energi yang sangat serius. Akibat pemadaman listrik besar-besaran, sebagian besar wilayah negara itu telah mengalami delapan malam berturut-turut tanpa listrik.

  • Rumah sakit bergantung pada generator cadangan
  • Toko roti terpaksa memanggang roti dengan kayu bakar
  • Persediaan makanan menurun dengan cepat

Warga Iran Keturunan Yahudi: “Kebebasan Menginspirasi Kebebasan”

Seorang warga Iran keturunan Yahudi bernama Nioh Berg juga membagikan video protes warga Kuba dalam kegelapan.

Ia menulis: “Inilah Kuba saat ini.

Orang Kuba dan orang Venezuela adalah salah satu dari sedikit bangsa di dunia yang benar-benar memahami rakyat Iran—dan sebaliknya.
Kebebasan menginspirasi kebebasan.

Semoga semua negara kita memperoleh pembebasan tahun ini.”

Krisis Ekonomi Kuba Memburuk — Mulai Berdialog dengan Amerika

Presiden Kuba Miguel Díaz‑Canel pada 13 Maret mengatakan dalam siaran televisi nasional bahwa Kuba telah memulai dialog dengan Amerika Serikat dan berharap dialog itu dapat mencegah konflik antara kedua negara.

Kebijakan blokade yang diberlakukan oleh Trump telah memutus pasokan minyak dari Venezuela, yang semakin memperburuk krisis energi dan ekonomi Kuba.

Kuba kini menghadapi:

  • kekurangan bahan bakar
  • kenaikan harga
  • kekurangan obat-obatan

Masalah-masalah ini memicu ketidakstabilan sosial.

Trump: “Saya Akan Membantu Mengurus Kuba”

Pada 7 Maret, Trump mengatakan dalam pidato di KTT “Shield of the Americas” bahwa beberapa negara Amerika meminta bantuannya untuk menangani Kuba.

 “Mereka bertanya kepada saya, ‘Bisakah Anda membantu mengurus Kuba?’
Saya akan menanganinya,” ujarnya. 

Ia juga menyatakan bahwa perubahan politik di Kuba mungkin terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.

 “Orang-orang dari Kuba akan kembali ke sana, dan mereka bahkan tidak membutuhkan persetujuan saya,” katanya.
“Kita akan merayakannya secara terpisah.  Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan—Anda tidak bisa membayangkannya,” tambahnya. 

Protes di Havana

Pada 7 Maret, akun X NSTRIKE melaporkan bahwa protes malam hari pecah di Havana. Para demonstran turun ke jalan menentang pemerintah Kuba.

Trump: “Langkah Berikutnya Akan Beralih ke Kuba”

Pada Kamis (12/3/2026), Trump menerima tim juara Inter Miami CF di Gedung Putih.

Ia menyebut bahwa kesepakatan dengan Kuba mungkin sudah dekat. Trump berkata: “Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, Anda tidak bisa membayangkannya.”

Dikarenakan salah satu pemilik klub Inter Miami berasal dari Kuba, Trump mengatakan kepadanya: “Anda akan segera kembali ke sana. Itu akan menjadi hari yang hebat.”

Trump menambahkan:  “Saya hanya ingin menunggu beberapa minggu lagi. Tapi saya rasa kita akan segera berkumpul lagi untuk merayakan apa yang terjadi di Kuba.”

Trump: “Bagi Saya, Kuba Hanya Hal Kecil”

Pada 5 Maret, dalam wawancara dengan Politico, Trump mengatakan bahwa krisis ekonomi Kuba kemungkinan akan memicu perubahan politik dalam waktu dekat.

Ia menyatakan :  “Anda sudah mendengar tentang Kuba selama berapa lama? 50 tahun? Bagi saya, ini hanya masalah kecil.”

Trump menegaskan bahwa pemerintah AS meningkatkan tekanan terhadap Kuba, termasuk memperketat sanksi dan membatasi pasokan energi.  Ia juga mengatakan telah memutus aliran minyak dan dana dari Venezuela.

Trump Mengusulkan “Pengambilalihan Kuba Secara Bersahabat”

Pada 27 Februari 2026, Trump mengatakan bahwa pemerintah AS dan Kuba sedang melakukan pembicaraan tingkat tinggi.

Ia bahkan untuk pertama kalinya mengusulkan kemungkinan “pengambilalihan Kuba secara bersahabat” oleh Amerika Serikat.

Trump mengatakan: “Pemerintah Kuba sedang bernegosiasi dengan kami. Mereka berada dalam situasi yang sangat sulit.”  “Mereka tidak punya uang, tidak punya apa-apa. Mungkin suatu hari nanti kami akan mengambil alih Kuba secara bersahabat.”

Trump menambahkan bahwa Marco Rubio sedang melakukan kontak tingkat tinggi dengan pihak Kuba.

Kuba Menembak Kapal dari Florida: 4 Orang Tewas

Pada 25 Februari, menurut laporan Reuters, pemerintah Kuba mengatakan sebuah kapal cepat yang terdaftar di Florida memasuki wilayah perairan Kuba.

Pasukan penjaga perbatasan Kuba kemudian menembak kapal tersebut, menyebabkan: 4 orang tewas dama 6 orang terluka. Adapun identitas korban belum diketahui.

Rusia Mengirim Diesel ke Kuba

Menurut laporan Bloomberg pada 20 Februari, kapal tanker Sea Horse membawa sekitar 200.000 barel diesel Rusia menuju Kuba.

Pasokan ini sangat dibutuhkan untuk: transportasi dan pembangkit listrik. 

Pengiriman tersebut dapat menjadi ujian langsung terhadap sanksi Amerika Serikat yang membatasi pasokan minyak ke Kuba.

Kilang Minyak di Kuba Terbakar, Tidak Ada Korban

Sejumlah media melaporkan bahwa pada 13 Februari, kilang minyak Nico López yang terletak di ibu kota Havana mengalami kebakaran besar dengan asap hitam tebal membumbung ke udara.

Kementerian Energi Kuba menyatakan melalui platform X bahwa tidak ada korban luka, dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Lokasi kebakaran berada dekat dengan Teluk Havana, tempat dua kapal tanker minyak sedang berlabuh.

Dua Maskapai Besar Rusia Hentikan Penerbangan ke Kuba

Situs Travel and Tour World melaporkan pada 11 Februari bahwa badan penerbangan sipil Rusia Rosaviatsia telah mengkonfirmasi bahwa kekurangan bahan bakar aviasi di Kuba sangat parah, sehingga penerbangan reguler tidak dapat beroperasi secara stabil.

Akibatnya, dua maskapai Rusia:Aeroflot dan Nordwind Airlines akan sementara menghentikan penerbangan komersial ke Kuba.

Rusia juga akan memprioritaskan pemulangan wisatawan dan menyesuaikan operasi penerbangan sampai pasokan bahan bakar kembali normal.

Penumpang Dipaksa Turun dari Pesawat Rusia ke Kuba

Menurut laporan media online UHN Plus, sebuah penerbangan dari Rusia menuju Kuba memaksa penumpang turun dari pesawat pada saat terakhir sebelum lepas landas.

Meski demikian, maskapai Aeroflot tetap menyatakan bahwa mereka masih berencana mempertahankan penerbangan ke dan dari Kuba, dengan sekitar 5 penerbangan pulang-pergi setiap minggu.

Nikaragua Menutup Jalur Migrasi Kuba ke Amerika

Pemerintah Nikaragua pada Minggu melarang warga Kuba masuk tanpa visa. Langkah ini secara efektif memutus salah satu jalur utama migrasi warga Kuba menuju Amerika Serikat.

Pemerintah Nikaragua juga mengkonfirmasi kepada Associated Press bahwa mereka telah menangguhkan kebijakan bebas visa bagi warga Kuba.

Selama bertahun-tahun, migran Kuba biasanya:

  1. Terbang ke Nikaragua
  2. Bertemu dengan penyelundup manusia
  3. Melanjutkan perjalanan melalui Amerika Tengah dan Meksiko
  4. Akhirnya mencapai perbatasan Amerika Serikat

Maskapai Kanada Menangguhkan Penerbangan ke Kuba

Menurut laporan Canadian Broadcasting Corporation pada 9 Februari, setelah Kuba mengumumkan bandara tidak dapat menyediakan bahan bakar pesawat, maskapai Kanada juga menghentikan penerbangan ke Kuba.

Maskapai Air Canada menyatakan akan mengirim pesawat kosong untuk menjemput sekitar 3.000 penumpang yang saat ini berada di Kuba.

Beberapa maskapai lain juga memberikan opsi fleksibel bagi penumpang untuk mengubah jadwal, membatalkan perjalanan dan semua penumpang yang terdampak akan menerima pengembalian dana penuh.

Pemerintah Kanada juga meningkatkan peringatan perjalanan ke Kuba, memperingatkan wisatawan bahwa kekurangan bahan bakar dan makanan di sana semakin parah.

Krisis Energi Kuba Memburuk: 9 Bandara Kekurangan Bahan Bakar Selama 1 Bulan

Menurut pemberitahuan navigasi penerbangan resmi (NOTAM) yang dikeluarkan oleh Bandara Internasional José Martí pada 8 Februari, sembilan bandara internasional di Kuba akan mengalami kekurangan bahan bakar selama satu bulan mulai 10 Februari.

Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa dari:

  • 10 Februari 2026 pukul 05.00 UTC hingga
  • 11 Maret 2026 pukul 05.00 UTC
    bandara-bandara tersebut tidak dapat menyediakan bahan bakar pesawat Jet A1.

Bandara yang terdampak antara lain:

  • Havana
  • Varadero
  • Cienfuegos
  • Santa Clara
  • Camagüey
  • Cayo Coco
  • Holguín
  • Santiago de Cuba
  • Manzanillo

Dampak Kekurangan Bahan Bakar

Menurut analisis media CiberCuba, kekurangan bahan bakar di Kuba dapat menyebabkan tiga kemungkinan:

  1. Pesawat asing harus membawa bahan bakar tambahan dari negara asal
  2. Pesawat harus mengisi bahan bakar di negara lain sebelum menuju Kuba
  3. Penerbangan dibatalkan

Semua opsi tersebut akan meningkatkan biaya operasional dan mengurangi kemungkinan maskapai mempertahankan rute penerbangan ke Kuba.

Hal ini akan berdampak besar pada:

  • penerbangan komersial
  • penerbangan charter
  • penerbangan kargo
  • penerbangan bisnis

Kuba Mengalami Krisis Energi Berkepanjangan

Saat ini Kuba sedang menghadapi krisis energi serius yang mempengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari transportasi darat hingga pembangkit listrik nasional.

Menurut laporan Bloomberg, pemerintah Kuba mengumumkan beberapa langkah darurat, termasuk:

  • mengurangi rute transportasi umum
  • mempersingkat minggu kerja menjadi Senin hingga Kamis
  • mengubah sebagian perkuliahan universitas menjadi pembelajaran daring

Pemerintah juga mulai menutup beberapa resort wisata penting dan memusatkan wisatawan di beberapa hotel saja untuk mempertahankan pendapatan pariwisata.

Selain itu, pemerintah Kuba berencana mempercepat transisi ke energi tenaga surya.

Penyebab Krisis Energi

Krisis bahan bakar Kuba berkaitan erat dengan menurunnya impor minyak dan produk turunannya, yang menyebabkan sumber daya untuk mempertahankan operasi dasar negara semakin terbatas.

Selain itu: kapasitas produksi energi domestik yang terbatas dan infrastruktur yang sudah tua semakin memperburuk situasi, sehingga pemerintah Kuba menghadapi kesulitan besar dalam mempertahankan operasional negara.

Menurut laporan Bloomberg pada 9 Februari, pemerintah di Havana menyatakan bersedia berdialog dengan Amerika Serikat, tetapi tetap menegaskan bahwa sistem satu partai tidak dapat dinegosiasikan.

Analisis dari CiberCuba juga menunjukkan bahwa penghentian pasokan bahan bakar pesawat di bandara Kuba tidak hanya mempengaruhi maskapai, tetapi juga menunjukkan keterbatasan struktural dan geopolitik yang dihadapi rezim komunis Kuba dalam menjaga sektor strategis tetap berjalan.

Dilaporkan oleh Jin Hong/Disunting oleh Lin Qing

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine