Drone Semprot Obat Sembarangan Picu Kemarahan Publik, Warga yang Melapor Justru Dimarahi Polisi

Sejak tahun lalu, di berbagai wilayah Tiongkok dilaporkan adanya drone yang diam-diam menyemprotkan zat kimia yang tidak diketahui, sehingga menimbulkan kemarahan masyarakat. Seorang warga yang memergoki drone menyemprotkan obat ke lahan pertanian melaporkannya ke aparat desa namun tidak ditanggapi. Bahkan, saat melapor ke polisi justru dimarahi dengan alasan “itu bukan ladangmu.”

EtIndonesia. Pada 20 Maret, beredar sebuah video di media sosial Tiongkok yang menunjukkan seorang warga menemukan beberapa orang tak dikenal mengoperasikan drone untuk menyemprotkan zat ke ladang gandum. Sebuah kendaraan yang membawa bahan kimia tersebut terlihat diparkir di pinggir jalan, sehingga warga itu memanggil polisi.

Namun setelah tiba di lokasi, polisi justru menegur pelapor dengan mengatakan: “Ladang gandum itu bukan milikmu, kenapa kamu repot-repot?” Pelapor bersikeras bahwa ia berhak menjalankan pengawasan sebagai warga negara.

Polisi menolak menangani masalah tersebut dan menyarankan agar pelapor sendiri melapor ke komite desa atau membawa sampel bahan kimia itu ke lembaga pengujian.

Pelapor mengatakan bahwa ia sudah melaporkan kejadian itu ke pihak desa, tetapi tidak ditindaklanjuti, sehingga ia baru melapor ke polisi. Polisi bahkan menanggapi dengan nada bercanda: “Kalau begitu, kenapa kamu tidak mengikuti saja kata pihak desa?”

Dalam video tersebut, orang yang menyemprotkan bahan kimia menunjukkan dua botol kepada pelapor—satu bertuliskan “pupuk larut air”, dan satu lagi bertuliskan hormon tanaman “28-epibrassinolide”. Namun pelapor menuduh itu hanya upaya untuk menipu.

Sejumlah warganet juga mempertanyakan hal ini, karena di kendaraan terlihat ada tangki besar berisi cairan yang tidak diketahui, sementara yang ditunjukkan hanya dua botol kecil—diduga untuk menutupi fakta sebenarnya.

Ada juga netizen yang menyindir bahwa pemerintah saat ini “berusaha mencari uang di mana-mana”, bahkan seolah-olah ingin menjual udara, sehingga mereka meragukan bahwa pihak tersebut akan dengan baik hati menyemprotkan pupuk dan hormon tanaman secara gratis untuk petani.

Sebagian netizen lain berpendapat bahwa sikap ambigu antara polisi dan para penyemprot dalam video menunjukkan adanya kemungkinan mereka bekerja sama, sehingga bertindak tanpa rasa takut.

Sejak tahun lalu, banyak warga di berbagai daerah merekam drone yang diam-diam menyemprotkan zat tidak dikenal di langit kota pada malam hari atau di ladang pedesaan. Bahkan ada laporan tentang seseorang yang membuang zat kimia dalam jumlah besar ke sungai. Opini publik pun mempertanyakan apa sebenarnya yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang.

Penduduk kota melaporkan bahwa setelah drone lewat, tercium bau hangus yang tidak diketahui asalnya, dan banyak orang merasa tidak enak badan setelahnya.

Belakangan ini, seiring laporan media pemerintah yang menyebut drone digunakan “di bawah bimbingan ahli untuk menyemprot pestisida pada bunga kanola”, penggunaan drone untuk penyemprotan di lahan pertanian semakin terbuka.

Namun para petani mengkritik otoritas karena menyemprot pestisida saat musim berbunga, yang dapat membunuh lebah penyerbuk dan menyebabkan penurunan hasil panen. Banyak peternak lebah mengunggah video yang menunjukkan kematian massal lebah mereka.

Selain itu, banyak petani mengeluhkan bahwa sayuran mereka tidak lagi bisa dijual karena disemprot pestisida secara diam-diam, dan tanaman gandum mati setelah disemprot.

Ada juga peternak ikan yang mengeluh bahwa penyemprotan oleh drone telah meracuni kolam mereka, menyebabkan kematian ikan secara massal.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine