EtIndonesia. Sebuah kecelakaan terjadi di wilayah tengah Bangladesh pada Rabu (25 Maret) sore. Sebuah feri kecil bernama “Hasna Hena” menabrak keras jembatan apung saat hendak merapat ke dermaga, menyebabkan sebuah bus yang sedang berhenti di atas jembatan kehilangan kendali dan jatuh ke perairan dalam. Insiden ini menewaskan sedikitnya 18 orang, sementara banyak lainnya terjebak di dalam bus. Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran masih berlangsung.
Sekitar pukul 17.15 waktu setempat, di dermaga feri wilayah Rajbari, sebuah bus yang membawa sekitar 40 penumpang sedang menunggu giliran di jembatan apung nomor 3 ketika tiba-tiba ditabrak keras oleh feri dan terjatuh ke Sungai Padma.
Saksi mata mengatakan bahwa bus tersebut terbalik dan tenggelam ke sungai dalam hitungan detik di depan banyak orang, sehingga tidak ada waktu untuk bereaksi.
Setelah menerima laporan, tim penyelamat segera menutup lokasi kejadian. Militer, penjaga pantai, dan pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan dan pencarian.
WATCH 🔴
— Open Source Intel (@Osint613) March 25, 2026
At least 35 passengers are unaccounted for after a bus fell into the Padma River at Daulatdia Ghat in Bangladesh. Two bodies have been recovered as search efforts continue. pic.twitter.com/GZfOFO7gy4
Kecelakaan ini menyebabkan 18 orang meninggal dunia, termasuk 7 perempuan dan 2 anak-anak, sementara 11 orang lainnya masih hilang. Pihak berwenang memperkirakan jumlah korban tewas bisa terus bertambah seiring berjalannya operasi pencarian.
Bus yang tenggelam ke sungai dengan kedalaman sekitar 20 meter berhasil diangkat setelah 5 jam.
Petugas pemadam kebakaran setempat menjelaskan bahwa sebagian besar korban ditemukan terjebak di dalam bus yang berhasil diangkat tersebut.
Pihak medis melaporkan bahwa dua perempuan pertama yang dibawa ke pusat kesehatan setempat sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat tiba. Hingga saat ini, tim penyelamat telah mengevakuasi total 18 jenazah.
Diketahui bahwa proses penyelamatan sempat terhambat oleh cuaca buruk. Kapal penyelamat profesional “Hamza” memang telah tiba di lokasi, namun arus yang kuat dan kondisi cuaca yang tidak stabil membuat proses pengangkatan bus serta pencarian korban hilang menjadi semakin sulit. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


