Menyumbang 9% Pasokan Aluminium Dunia, Iran Serang Pabrik Aluminium di UEA dan Bahrain

EtIndonesia. Produsen aluminium terbesar di Timur Tengah, Emirates Global Aluminium (EGA), pada 28 Maret menyatakan bahwa rudal dan drone Iran menyerang fasilitas produksi penting mereka di Uni Emirat Arab, menyebabkan “kerusakan signifikan”. Fasilitas Aluminium Bahrain juga dilaporkan ikut diserang dengan dua karyawan mengalami luka ringan.

Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa sebagai balasan atas serangan terhadap dua pabrik baja Iran, mereka menargetkan Aluminium Bahrain dan Emirates Global Aluminium. 

IRGC mengklaim kedua perusahaan tersebut memiliki keterkaitan dengan perusahaan militer dan dirgantara Amerika Serikat, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Foto tersebut menunjukkan kerusakan di wilayah Manamasef setelah serangan pesawat tak berawak pada 10 Maret 2026. Wilayah Teluk yang kaya minyak ini adalah yang pertama kali terkena serangan balasan atas serangan udara AS dan Israel. (AFP via Getty Images)

Menurut laporan Reuters, EGA dalam pernyataannya menyebut fasilitas Al Taweelah yang berlokasi di kawasan ekonomi Khalifa di Abu Dhabi menjadi sasaran serangan. Beberapa karyawan dilaporkan terluka, namun tidak ada yang dalam kondisi mengancam jiwa.

EGA menyatakan bahwa mereka masih menilai tingkat kerusakan akibat serangan di kompleks peleburan Al Taweelah tersebut, dan belum mengumumkan apakah operasional akan dihentikan.

Di sisi lain, Aluminium Bahrain melalui kantor berita resmi negara, Bahrain News Agency, menyatakan bahwa keselamatan karyawan selalu menjadi prioritas utama dan mengkonfirmasi dua pekerja mengalami luka ringan. Namun, mereka tidak merinci detail serangan maupun tingkat kerusakan fasilitas.

Sebagai salah satu produsen aluminium terbesar dunia, Aluminium Bahrain menyatakan sedang mengevaluasi dampak insiden terhadap operasional dan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut.

Pada 12 Maret 2026, Iran diduga menyerang tangki penyimpanan bahan bakar di Muharragh, menyebabkan kepulan asap membumbung ke udara. Bahrain juga melaporkan bahwa Iran menyerang tangki penyimpanan bahan bakarnya. (Fadhel MADHAN / AFP via Getty Images)

Setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, jalur pelayaran di Selat Hormuz praktis terhenti. Kawasan Teluk Persia yang menyumbang sekitar 9% pasokan aluminium global kini kesulitan menyalurkan produk ke pasar dunia melalui jalur normal.

Reuters sebelumnya juga melaporkan bahwa EGA berencana mengalihkan ekspor aluminium dan impor bahan baku melalui Pelabuhan Sohar di Oman. Diketahui, pabrik peleburan Al Taweelah milik EGA memproduksi sekitar 1,6 juta ton aluminium cor pada 2025, serta memiliki kilang alumina terdekat yang memproduksi 2,4 juta ton bahan baku tahun lalu.

Sementara itu, Aluminium Bahrain sebelumnya telah menutup tiga lini produksi peleburan aluminium yang mencakup sekitar 19% dari total kapasitasnya, guna menjaga kelangsungan operasional. Pada 4 Maret, perusahaan juga mengumumkan kondisi “force majeure” karena tidak dapat mengirim produk ke pelanggan.

Gangguan produksi ini menjadi contoh terbaru dampak konflik antara AS dan Israel melawan Iran terhadap industri aluminium di Timur Tengah.

Harga aluminium sendiri sudah menunjukkan tren kenaikan sebelum konflik Iran pecah. Dengan meningkatnya kekhawatiran pasar akan pengetatan pasokan dan menurunnya stok global, harga diperkirakan masih akan terus naik. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine