Terjadi insiden penabrakan brutal di Distrik Fangshan, Beijing, pada 29 Maret 2026. Seorang pria mengendarai ekskavator besar dan menabrak pasar, melindas para pedagang dan orang-orang di sekitarnya. Lokasi kejadian tampak porak-poranda dengan sejumlah orang tergeletak setelah tertabrak.
EtIndonesia. Menurut laporan pada 30 Maret 2026, insiden ini terus memicu perhatian. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa lebih dari belasan orang tewas. Setelah pelaku dikendalikan, polisi menemukan setumpuk dokumen pengaduan setebal puluhan sentimeter di dalam kendaraan, sehingga diduga pelaku melakukan aksi ini sebagai bentuk balas dendam karena pengaduannya tidak ditanggapi.
Kejadian berlangsung sekitar tengah hari di pasar Dahancun, Distrik Fangshan, Beijing. Pelaku mengendarai ekskavator berwarna kuning dan berulang kali menabrak serta melindas para pedagang dan kerumunan di pasar. Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa sedikitnya 13 orang tewas dalam kejadian ini.
中共暴政,频频将人逼到绝境。
— Yang caiying (@yang_caiying) March 29, 2026
今天中午,北京房山再次发生报复社会事件,一辆铲车在集市上横冲直撞。
现场视频⬇️ https://t.co/LJJW9wJOat pic.twitter.com/8P5uLQmukC
🔥3月29日中午,北京房山区大韩继大集,一辆铲车直接冲撞人群
— 肌肉猫Elva🐱musclecat (@ElvaMusclecat) March 29, 2026
🔺疑似有人报复社会
🔺现场视频显示:多个摊位被撞翻,多人倒地,画面极其混乱
网传“7-8人”或“13人死亡”,暂无官方通报确认。 pic.twitter.com/NpGYplr8YI
Meskipun pihak berwenang dengan cepat membatasi penyebaran informasi, berbagai video masih beredar di platform X di luar negeri, dan warga di dalam negeri juga membicarakan kejadian ini secara diam-diam.
Pada 30 Maret, beredar tangkapan layar percakapan yang diklaim berasal dari warga lokal Beijing, yang mengungkap lebih banyak detail. Disebutkan bahwa pelaku telah menunggu lebih dari satu jam sebelum beraksi hingga pasar ramai dengan pengunjung.
Saat aksi berlangsung, ekskavator tersebut berhenti setelah ban mengalami pecah, dan pelaku kemudian berhasil dilumpuhkan oleh warga. Jika ban tidak pecah, kemungkinan korban akan lebih banyak.
Dalam percakapan tersebut juga disebutkan bahwa polisi menemukan “dokumen pengaduan setebal puluhan sentimeter” dari kendaraan pelaku.

Ada pula komentar seperti: “Ini akibat orang biasa yang terdesak hingga putus asa”, “Tadi di Douyin dan Xiaohongshu penuh video, sekarang semuanya sudah hilang”, serta “Masalahnya sudah besar, jadi informasinya diblokir”.
Video lain yang beredar di platform X memperlihatkan ekskavator melaju cepat ke dalam pasar dan menabrak orang-orang di kedua sisi. Banyak korban terlihat tergeletak dan tidak bergerak.
Beberapa warganet menyebut korban tewas sekitar tujuh hingga delapan orang, sementara ada juga yang mengatakan jumlahnya mencapai belasan. Hingga kini, jumlah pasti korban belum dapat dipastikan.

Ada juga video yang menunjukkan pelaku ditarik keluar dari kendaraan oleh warga, kemudian ditekan ke tanah dan dipukuli.
Komentar warganet di platform X antara lain:
- “Kejadian balas dendam terhadap masyarakat seperti ini hampir selalu terjadi karena orang yang memperjuangkan haknya sudah tidak punya jalan keluar.”
- “Dalam sistem seperti ini, tak ada yang bisa lolos—entah mati di tangan pelaku seperti ini, atau di tangan rezim.”
- “Banyak bencana di Tiongkok adalah bencana sistemik—orang dipaksa hingga ke titik putus asa.”
Ada juga yang berkomentar bahwa tragedi semacam ini mencerminkan kegagalan perlindungan hak individu, sehingga pada akhirnya semua orang berpotensi menjadi korban. (hui)
Sumber : NTDTV.com


