EtIndonesia. Garam selalu menjadi salah satu bumbu paling umum di dapur. Menumis, memasak sup, dan berbagai hidangan hampir tidak bisa lepas dari garam.
Banyak orang bertanya-tanya, jika garam begitu penting bagi manusia, mengapa hewan tampaknya tidak membutuhkannya?
Sebenarnya, bukan hewan tidak membutuhkan garam, melainkan cara mereka mendapatkannya berbeda dengan manusia. Secara kimia, banyak senyawa dapat disebut “garam”, tetapi yang paling dibutuhkan tubuh kita terutama adalah natrium klorida.
Ion natrium di dalamnya bukan hanya sumber rasa asin, tetapi juga berperan penting dalam kontraksi otot, penghantaran saraf, dan keseimbangan cairan tubuh. Jika kekurangan dalam jangka panjang, manusia bisa mengalami lemas, pusing, mual, bahkan dalam kasus berat bisa mengalami syok atau koma.
Sementara itu, ion klorida merupakan komponen penting asam lambung, yang membantu menjaga keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
Tentu saja, bukan hanya manusia—semua hewan juga membutuhkan garam. Kita merasa “hewan tidak perlu makan garam” karena cara mereka memperolehnya berbeda.
Misalnya:
- Hewan karnivora mendapatkan cukup garam langsung dari darah dan jaringan mangsanya.
- Hewan laut hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi, sehingga tidak kekurangan garam.
Yang lebih rentan kekurangan garam justru hewan herbivora darat. Karena tanaman umumnya rendah kandungan natrium dan klorida, banyak hewan herbivora secara aktif mencari sumber garam.
Contohnya:
- Kambing gunung memanjat tebing untuk menjilat batuan yang mengandung garam.
- Unta mengais tanah dengan kakinya untuk menjilat tanah yang mengandung garam.
Jadi sekarang Anda tahu mengapa hewan tidak membutuhkan “tempat garam” seperti manusia 😊


