Pembom B-2 AS Terbang 36 Jam Nonstop, Jatuhkan Bom Penembus 30.000 Pon, Menargetkan Petinggi Iran

EtIndonesia. Sejumlah media baru-baru ini melaporkan bahwa sebelum Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata pada 8 April, militer AS mengerahkan pembom siluman B-2 “Spirit” untuk melakukan misi terbang nonstop selama 36 jam, menyerang langsung fasilitas komando bawah tanah Iran.

Dalam misi tersebut, dijatuhkan bom penembus bunker seberat 30.000 pon, yang secara presisi menargetkan bunker pertahanan milik petinggi Garda Revolusi Iran, sebagai bentuk unjuk kekuatan menjelang berlakunya gencatan senjata.

Menurut laporan media militer Military Times, sebelum tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran, Komando Pusat AS mengeluarkan perintah serangan yang memiliki makna strategis sebagai bentuk deterrence (penangkal).

Militer AS mengerahkan pembom B-2 dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri untuk menjalankan misi lintas benua selama 36 jam tanpa henti, dengan jarak tempuh sekitar 11.265 kilometer. Pejabat militer mengungkapkan bahwa target utama misi ini adalah menghancurkan para komandan tinggi Garda Revolusi Iran yang bersembunyi di dalam fasilitas bawah tanah yang diperkuat.

Untuk menghancurkan fasilitas militer yang tertanam dalam dan diperkuat secara khusus, pesawat B-2 dilengkapi dengan bom GBU-57, yang dikenal sebagai “bom penghancur bunker” (bunker buster). Bom ini memiliki berat sekitar 30.000 pon (sekitar 13.600 kilogram) dan dirancang khusus untuk menembus serta menghancurkan bunker bawah tanah berlapis kuat.

Dengan kemampuan siluman B-2, militer AS dapat menghindari deteksi radar musuh dan menembus sistem pertahanan udara Iran untuk melancarkan serangan.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa serangan lintas benua ini merupakan salah satu puncak dari operasi militer besar AS terhadap Iran. Menjelang berlakunya gencatan senjata, AS secara sengaja menunjukkan kemampuannya untuk menembus pertahanan udara lawan dan menghancurkan bunker bawah tanah secara presisi.

Langkah ini tidak hanya memberikan pukulan militer nyata terhadap Garda Revolusi Iran, tetapi juga menyampaikan peringatan tegas bahwa “bahkan bersembunyi di bawah tanah pun tidak dapat menghindari serangan yang menghancurkan.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine