Seorang Pria Naik Kapal Pesiar Mewah, Mencuri Barang Merek Senilai ± Rp 650 Juta

EtIndonesia. Serangkaian kasus pencurian terjadi di sebuah kapal pesiar mewah di Shanghai. Setelah penyelidikan, polisi menemukan bahwa seorang pria melakukan pencurian berulang dengan modus “liburan sambil mencuri”, mengambil barang-barang bermerek senilai lebih dari 300 ribu yuan dari kapal tersebut.

Baru-baru ini, polisi Shanghai mengungkap rincian kasus pencurian di kapal pesiar mewah. Pada 7 September 2025 pukul 10 pagi, sebuah kapal pesiar yang penuh penumpang tiba di Pelabuhan Kapal Pesiar Internasional Wusong, Shanghai. Operator kapal melaporkan bahwa ponsel seorang penumpang wanita hilang. Petugas kebersihan kemudian menemukan casing ponsel tersebut di kamar seorang penumpang pria, sehingga ia dicurigai sebagai pelaku.

Namun, pria tersebut membantah mencuri dan mengaku menemukan kantong kertas berisi casing ponsel di toilet kapal.

Penyelidikan polisi menunjukkan bahwa pria bermarga Deng ini sebelumnya pernah dihukum 2 tahun 6 bulan penjara karena mencuri barang dari toko bebas bea. Setelah dibebaskan, dalam waktu 10 bulan ia telah mengikuti 15 perjalanan kapal pesiar dari 3 kapal berbeda, dan bahkan naik kapal yang sama sebanyak 9 kali.

Rekaman CCTV di kapal menunjukkan ia sering keluar-masuk toko bebas bea, bahkan hingga belasan kali dalam sehari, sehingga menimbulkan kecurigaan.

Dari rekaman terlihat bahwa Deng tidak pernah membeli barang apa pun di toko, namun sering meminta kantong belanja dari pegawai. Setelah itu ia keluar dan masuk kembali dari pintu lain, berpura-pura memilih barang. Pegawai mengira ia sudah membayar karena melihatnya membawa kantong belanja.

Ia juga diam-diam melepas label keamanan dari kemasan produk agar alarm di pintu toko tidak berbunyi, lalu keluar dengan santai sambil membawa kantong belanja.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa toko bebas bea di kapal kehilangan hampir 100 produk kosmetik dengan total nilai lebih dari 100 ribu yuan. Namun, barang curian tidak ditemukan pada tubuhnya. Lalu di mana ia menyembunyikannya?

Polisi kemudian menemukan dari rekaman bahwa Deng sering masuk ke beberapa toilet kapal dengan perilaku mencurigakan. Akhirnya, barang curian ditemukan di dalam lubang akses tangki air toilet, termasuk delapan botol parfum bermerek, satu produk kosmetik, dan satu botol minuman keras XO.

Di hadapan bukti, Deng akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku kunci lubang akses tersebut dicuri dari petugas kebersihan kapal.

Selain itu, petugas bea cukai menemukan tiga koper mencurigakan di antara barang bawaan penumpang yang akan keluar. Di dalamnya terdapat 99 produk kosmetik dan empat potong pakaian, semuanya merupakan barang yang dicuri dari toko bebas bea kapal.

Polisi juga menemukan bahwa setelah kapal berlabuh di Pelabuhan Wusong, Deng sempat turun dan mengirim banyak paket dari sebuah hotel di darat kepada pembeli online yang menjual kosmetik bekas, lalu kembali lagi ke kapal.

Total nilai barang yang dicurinya dari kapal pesiar tersebut mencapai lebih dari 300 ribu yuan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine