[Berita Terlarang] Indoktrinasi Pelajar : Partai Komunis Tiongkok Tanamkan Kebencian terhadap Falun Gong di Sekolah Seluruh Tiongkok 

EtIndonesia. Penindasan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap kelompok Falun Gong terus meningkat di daratan Tiongkok. Di berbagai sekolah di seluruh negeri, kampanye untuk mendiskreditkan dan mencemarkan Falun Gong terus dilakukan, dengan tujuan memperkuat indoktrinasi terhadap generasi muda. Para analis menilai langkah ini justru membuat masyarakat Tiongkok semakin melihat secara jelas hakikat rezim PKT.

Situs Minghui.org melaporkan pada 20 April bahwa sejak akhir tahun lalu, Komite Urusan Politik dan Hukum serta Dinas Pendidikan di Kota Baoding, Provinsi Hebei, telah meluncurkan kegiatan yang disebut “edukasi peringatan anti-aliran sesat” ke sekolah-sekolah. Program ini mencakup hampir 2.000 sekolah dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dengan materi yang bersifat wajib dan berskala besar.

Penindasan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap kelompok Falun Gong disebut terus meningkat di daratan Tiongkok (tangkapan layar)
Penindasan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap kelompok Falun Gong disebut terus meningkat di daratan Tiongkok (tangkapan layar)

Bentuk kegiatan antara lain memaksa siswa menonton video propaganda serta mengikuti diskusi. Sejumlah siswa mengungkapkan bahwa saat menonton film tersebut, mereka tidak diizinkan keluar, tidak boleh ke toilet, dan tidak boleh berbicara.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa sejak tahun lalu, sebuah “taman edukasi anti-aliran sesat” di Kabupaten Yuanshi, Hebei, menampilkan lebih dari 60 papan informasi. Isinya mencakup penjelekkan terhadap pendiri Falun Gong, kegiatan klarifikasi fakta oleh praktisi, serta contoh-contoh yang disebut sebagai rekayasa untuk menyalahkan Falun Gong. Termasuk di dalamnya narasi insiden “bakar diri di Tiananmen” yang telah lama dibuktikan sebagai rekayasa untuk mencemarkan Falun Gong.

Orang-orang berkumpul di sebuah taman di Changchun, Provinsi Jilin, Tiongkok, untuk berlatih Falun Gong pada tahun 1998, sebelum penganiayaan. Courtesy of Minghui.org

Fasilitas serupa juga dilaporkan ada di Desa Huang’erying Barat, Kabupaten Ningjin, Kota Xingtai.

Selain itu, menjelang “Hari Pendidikan Keamanan Nasional” pada 15 April, berbagai daerah seperti Shanxi, Shaanxi, Shandong, dan Guangdong juga mengadakan kegiatan serupa di instansi pemerintah dan sekolah.

Praktisi Falun Gong berpartisipasi dalam latihan kelompok di Guangzhou, provinsi Guangdong, Tiongkok, pada tahun 1998. minghui.org

Menurut sumber dalam negeri, kegiatan ini berada di bawah koordinasi kantor khusus pemerintah yang dikenal sebagai “Kantor 610”, bersama unit terkait di kepolisian dan kementerian pendidikan, dalam program tiga tahun “kampanye anti-aliran sesat ke sekolah” yang dimulai sejak 2021 dan mencakup universitas di seluruh negeri.

“Rekaman televisi Tiongkok memperlihatkan seorang individu yang mengalami luka bakar parah dalam dugaan insiden bakar diri di Lapangan Tiananmen pada 23 Januari 2001. Insiden tersebut direkayasa oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk memfitnah praktik damai Falun Gong.”
©Getty Images | Newsmakers

Seorang dosen perguruan tinggi di Tiongkok, Ny. Wang, menyatakan bahwa PKT terus menyebarkan kebohongan dan menggunakan fitnah untuk semakin menindas Falun Gong. Ia merinci kegiatan tersebut dilakukan baik secara daring maupun luring, termasuk melalui media sosial, kuis online, serta program langsung ke sekolah dan komunitas.

“Sejak 2021 kegiatan ini dilakukan di perguruan tinggi dan sekolah dasar hingga menengah di seluruh negeri, melalui WeChat, kuis online, serta kegiatan offline seperti masuk ke kampus, instansi, hingga pedesaan. Bahkan di beberapa tempat dibangun taman tematik khusus untuk memfitnah Falun Gong dan Shen Yun—semuanya penuh kebohongan. Pada dasarnya ini adalah bagian dari kejahatan genosida,” ujarnya.

Kantor 610, yang memprakarsai program ini, didirikan pada Juni 1999 khusus untuk menindas Falun Gong. Lembaga ini tersebar di seluruh Tiongkok dan memiliki kekuasaan yang melampaui lembaga hukum, serta selama bertahun-tahun memimpin penindasan terhadap praktisi Falun Gong, termasuk tindakan yang dikategorikan sebagai genosida.

Pada tahun 2001, Partai Komunis Tiongkok (PKT) merekayasa insiden bakar diri di Lapangan Tiananmen dalam upaya untuk membalikkan opini publik terhadap praktik Falun Gong yang damai. ©Tangkapan Layar Video | False Fire
“Rekaman televisi Tiongkok memperlihatkan salah satu orang yang diduga melakukan aksi bakar diri di Lapangan Tiananmen pada 23 Januari 2001. Insiden tersebut direkayasa oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk memfitnah praktik damai Falun Gong.”
©Getty Images | Newsmakers

Ia juga menyatakan bahwa penggunaan sumber daya negara untuk kampanye semacam itu dapat memicu kesadaran publik jika para orang tua mengetahui apa yang diajarkan kepada anak-anak mereka di sekolah.

“Sekarang ekonomi terus menurun dan kondisi fiskal semakin sulit, tetapi mereka tetap menggunakan dana negara untuk mendukung orang-orang ini dari atas ke bawah, khusus untuk menyebarkan kebencian dan membuat kebohongan. Jika orang tua siswa mengetahui bahwa anak-anak mereka di sekolah diindoktrinasi dengan kebencian melalui kebohongan oleh lembaga negara, bahkan dengan dana publik, masyarakat akan benar-benar melihat kejahatan PKT,” katanya.

Sejumlah pengamat berpendapat bahwa meningkatnya kampanye di sekolah menunjukkan kesulitan PKT dalam mempertahankan narasi penindasan terhadap Falun Gong.

Seorang komentator politik yang berbasis di Amerika Serikat, Lan Shu, mengatakan menyatakan bahwa meningkatnya upaya PKT untuk memfitnah Falun Gong di sekolah menunjukkan bahwa penindasan tersebut sudah tidak dapat dipertahankan lagi.

“PKT akhirnya hanya bisa menggunakan cara ini, menjadikan hasutan terhadap siswa sebagai alatnya. Saya yakin semua yang dilakukan PKT ini sia-sia. Karena Falun Gong adalah kekuatan yang benar, kekuatan yang baik, dan tidak mungkin dimusnahkan. Upaya PKT menggunakan cara hasutan untuk melanjutkan penindasan pasti tidak akan berhasil,” katanya.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah praktik spiritual yang berpusat pada prinsip Sejati-Baik-Sabar. Diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada awal 1990-an, praktik ini memperoleh popularitas luas, dengan jumlah praktisi mencapai antara 70 juta hingga 100 juta orang pada akhir dekade tersebut, menurut perkiraan resmi.

Pada Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok, yang khawatir bahwa popularitas Falun Gong mengancam kekuasaan rezim, memulai kampanye keras untuk memberantas praktik tersebut. Sejak saat itu, banyak orang mengalami penahanan sewenang-wenang, kerja paksa, penyiksaan, dan bahkan kematian akibat pengambilan organ secara paksa.

Namun demikian, para praktisi Falun Gong bukan hanya tidak runtuh dari penindasan brutal—mereka justru menguat dan terus berkembang lewat upaya damai dalam mengungkap fakta kebenaran. Kini, Falun Gong telah menjangkau 156 negara dan wilayah di seluruh dunia, serta menerima sekitar 13.000 penghargaan, surat dukungan, dan resolusi. Lebih jauh lagi, lebih dari 460 juta warga Tiongkok telah memilih mundur dari Partai Komunis beserta organisasi afiliasinya setelah memahami fakta yang sesungguhnya.

Penyuntingan/Wawancara/Li Yun – NTD

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine