Beredar Laporan Seorang Pria Lanjut Usia Menggergaji Palang Parkir Mall Setelah Tunggakan Gajinya Tak Kunjung Dibayar Lunas 

EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan seorang pria lanjut usia di Hailar, Mongolia Dalam, berkali-kali menggergaji palang parkir sebuah pusat perbelanjaan menjadi viral. Beredar kabar bahwa mal tersebut menunggak hutang dalam jumlah besar kepadanya. Meski sudah memenangkan gugatan di pengadilan, ia tidak kunjung menerima pembayaran, sehingga melakukan aksi tersebut sebagai bentuk protes.

Sejak April, video yang beredar di media sosial Tiongkok menunjukkan seorang kakek di Hailar beberapa kali datang dengan kursi roda ke bawah gedung Guomao Home Furnishing Mall. Ia menggunakan gergaji untuk memotong palang parkir di pintu keluar, lalu mengarahkan kendaraan untuk lewat, sehingga pengendara bisa menikmati “parkir gratis”. Palang yang telah dipotong kadang ia tinggalkan di lokasi, kadang dibawa pergi.

Video lain menunjukkan bahwa jumlah palang yang telah dipotong mencapai 9 buah. Rekaman lanjutan bahkan menyebut jumlahnya telah bertambah menjadi lebih dari 40.

Ada video yang menyebutkan bahwa awalnya ia menggunakan kunci pas untuk melepas palang. Setelah pihak mal mengelas palang tersebut ke tiang, ia beralih menggunakan gergaji.

Menurut informasi yang beredar, warga sekitar dan para pengendara mendukung aksinya. Jika ada palang baru dipasang, mereka akan memberitahu sang kakek secara online, dan ia disebut dapat tiba dalam waktu 10 menit untuk kembali membongkarnya.

Video lain juga memperlihatkan bahwa pihak mal akhirnya terpaksa menggunakan tali sebagai pengganti palang untuk tetap menarik biaya parkir.

Mengenai alasan aksinya, beredar kabar bahwa mal tersebut menunggak hutang hingga ratusan ribu yuan kepada sang kakek. Meski ia telah memenangkan kasus di pengadilan, pihak mal disebut menolak membayar. Karena kesulitan mencari keadilan dan diduga mendapat tekanan, ia akhirnya memilih cara ini untuk menuntut haknya.

Dalam video juga terlihat tulisan tangan berisi slogan protes seperti “tidak punya rumah” di pintu masuk mal, meskipun belum dipastikan apakah itu dibuat oleh kakek tersebut.

Hingga kini, hanya para pengguna media sosial yang menyuarakan dukungan terhadapnya, sementara media resmi belum melaporkan kejadian ini. Banyak warganet berpendapat bahwa meskipun klaim utang belum terkonfirmasi, sikap pihak mal yang tidak memberikan tanggapan terbuka maupun tindakan tegas terhadap sang kakek menimbulkan dugaan bahwa mereka berada di pihak yang bersalah. 

Sumber : ntdtv.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine