Rektor ITS Turun Gunung ke 48 Lokasi UTBK 2026: 12.585 Peserta Terfasilitasi, Kantin Buka Jam 5.30!

Surabaya, 22 April 2026 – Hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berlangsung dengan pengawasan super ketat. Tak hanya memantau dari ruang kerja, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD bersama jajarannya turun langsung menyisir sejumlah lokasi ujian, Rabu (22/4) pagi.

Ditemani metal detector dan kecerdasan buatan (AI), sang rektor memastikan sendiri kesiapan 48 titik lokasi ujian yang tersebar di seluruh area kampus ITS. Tahun ini, ITS melayani sebanyak 12.585 peserta yang akan mengikuti ujian mulai 22 hingga 29 April (kecuali 26 April) dengan rata-rata sekitar 1.022 peserta per sesi.

Pemeriksaan ala Bandara, Teknologi AI untuk Cegah Kecurangan

Di sela inspeksinya di Gedung Tower 1 ITS, Prof Bambang mengaku puas dengan kondisi ruangan dan kesiapan pengawas. “Sisi pelaksanaan dan jumlah pengawas sudah cukup baik,” ujarnya.

Ia juga menunjukkan komitmen ITS terhadap integritas ujian. Setiap peserta diperiksa dengan metal detector, termasuk jam tangan, kacamata, hingga aksesori yang mencurigakan. “Semua hal yang mencurigakan kami periksa agar tidak ada kecurangan,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, ITS juga mengimplementasikan teknologi face recognition berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memastikan tidak ada perpindahan orang antara pendaftaran, pelaksanaan ujian, hingga daftar ulang nanti. “Teknologi ini kami gunakan untuk memastikan peserta yang mendaftar, mengikuti ujian, dan melakukan daftar ulang adalah orang yang sama,” jelas alumnus S1 Teknik Mesin ITS tersebut.

Kantin Buka Jam 5.30, Ruang Tunggu dan Posko Informasi Siaga

Melihat antusiasme peserta yang sudah datang jauh sebelum ujian, ITS pun menyiapkan layanan istimewa. Kantin Pusat ITS akan beroperasi lebih awal hingga pukul 05.30 WIB, sehingga peserta dan keluarga bisa sarapan dengan nyaman sebelum ujian.

Selain itu, disediakan ruang tunggu yang memadai serta lima posko informasi UTBK di area kampus. “Kami ingin memastikan peserta fokus ujian tanpa khawatir masalah logistik,” tambahnya.

Catatan Hari Pertama: 38 Tidak Hadir, 13 Pelanggaran Administrasi

Pada sesi pertama pelaksanaan, tercatat 38 peserta tidak hadir dan 13 peserta melakukan pelanggaran administrasi. Pelanggaran paling umum adalah tidak membawa ijazah SMA/SMK sederajat atau surat keterangan sebagai siswa kelas XII dari sekolah.

Server Ditambah, Perkuliahan Daring untuk Jaga Jaringan

Tak hanya meninjau ruang ujian, Rektor ITS juga memantau langsung kondisi server dan jaringan utama di Gedung Research Center ITS Lantai 4. Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTSI) ITS, Bagus Jati Santoso SKom PhD, mengungkapkan bahwa pihaknya meningkatkan jumlah server dari dua menjadi tiga unit untuk memperlancar pengiriman jawaban ke pusat.

“Jaringan internet pun diperkuat dengan mengalihkan perkuliahan mahasiswa ke daring,” tambah Bagus. Langkah ini diambil demi memastikan koneksi tetap stabil selama gelombang ujian berlangsung.

Melalui persiapan matang, teknologi mutakhir, dan perhatian penuh dari rektor, ITS menegaskan komitmennya menciptakan seleksi perguruan tinggi yang adil dan setara. Hal ini sejalan dengan dukungan ITS terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. (*)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine