Kabar Mengejutkan dari OPEC! UEA Mengumumkan Penarikan Diri, Memicu Perombakan Besar di Pasar Energi 

EtIndonesia. Pada Selasa (28 April), pasar energi internasional dikejutkan oleh kabar besar: Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan akan keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mulai 1 Mei, sehingga ke depan tidak lagi terikat oleh kuota produksi. Bagi OPEC, ini berarti kehilangan salah satu produsen utama, dan pengaruhnya terhadap pasokan serta harga minyak global akan semakin melemah.

Setelah keluar, UEA—sebagai produsen minyak terbesar ketiga di OPEC—dapat memproduksi minyak sesuai kapasitas maksimal, serta menentukan sendiri strategi ekspor dan harga. Hal ini akan memungkinkan UEA meningkatkan produksi, menambah pendapatan, sekaligus berpotensi menurunkan harga minyak global.

Dalam beberapa tahun terakhir, UEA telah menyatakan ketidakpuasan terhadap pembatasan kuota produksi OPEC, yang dianggap menghambat kemampuannya untuk menjual lebih banyak minyak ke pasar global.

Analisis menunjukkan bahwa solidaritas di antara negara-negara anggota OPEC mulai melemah, terutama setelah Qatar keluar pada tahun 2019.

Namun, faktor politik regional Timur Tengah juga kemungkinan menjadi penyebab penting, khususnya meningkatnya perbedaan antara UEA dan Arab Saudi—produsen terbesar di OPEC—dalam isu politik dan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, dalam jangka pendek, keluarnya UEA belum tentu langsung mempengaruhi pasar. Hal ini karena Selat Hormuz saat ini masih belum sepenuhnya dapat dilalui, sementara lebih dari setengah ekspor minyak UEA harus melewati jalur strategis tersebut.

 “Jika UEA keluar dari OPEC dan segera meningkatkan produksi, secara teori harga minyak akan turun. Namun dalam kondisi saat ini, peningkatan produksi hampir tidak berarti, karena UEA tidak dapat mengekspor tambahan minyak tersebut dengan lancar,” kata Direktur analisis geopolitik Rystad Energy, Jorge León. 

Pada Selasa, harga minyak Brent sempat naik di atas 111 dolar AS per barel, meningkat lebih dari 50% dibandingkan sebelum konflik, namun setelah pengumuman keluarnya UEA dari OPEC, kenaikan tersebut sempat mereda.

Dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya produksi minyak Amerika Serikat secara signifikan, pengaruh OPEC di pasar global terus menurun. Presiden Donald Trump juga kerap mengkritik organisasi tersebut karena dianggap memanipulasi harga minyak. Keluarnya UEA dinilai menjadi faktor yang menguntungkan bagi Trump.

Laporan oleh Liu Jiajia, NTD, Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine